Tak Mampu Bayar, Penghuni Rusunawa di DKI Nunggak Rp 32 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng, Jakarta, 17 April 2007. Dok.TEMPO/Dimas Aryo

    Anak-anak bermain di Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng, Jakarta, 17 April 2007. Dok.TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO.COJakarta - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan masih banyak penghuni rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di DKI Jakarta yang menunggak biaya sewa.

    Jumlah tunggakan uang sewanya cukup mencemaskan. “Sejak sebelum 2013 hingga Juni 2017 mencapai Rp 32 miliar,” kata Agustino di Balai Kota Jakarta, Senin, 31 Juli 2017. Menurut Agustino, penyebab penghuni menunggak karena mereka tidak mampu membayar. Namun Agustino tidak menyebut jumlah penghuni rusuawa yang menunggak pembayaran sewa.

    BacaDKI Bingung Tunggakan Rusun Rp 1,3 M: Penyewanya Pulang Kampung

    “Sebab, penghasilannya rendah sekali. Pendapatan dengan pengeluarannya dia tuh mirip-mirip," ujar Agustino. Selain itu, ujar dia, rendahnya penghasilan penghuni rumah susun membuat mereka tidak bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung. “Meski begitu, alasan tersebut tidak bisa terus-menerus digunakan,” katanya.

    Menurut Agustino, tunggakan yang berlangsung sejak rusunawa dihuni beberapa tahun lalu terjadi di 23 lokasi rusunawa di Jakarta. Untuk menagih tunggakan sewa tersebut, Agustino menuturkan, pihaknya akan mengeluarkan peringatan I, lalu peringatan II.

    “Apabila peringatan tersebut tidak diindahkan, kami akan mengambil tindakan penyegelan,” kata Agustino. Meski ada langkah penyegelan, dia menuturkan, tindakan itu akan melihat kondisi penghuni rusunawa terlebih dahulu.

    Misalnya, kata Agustino, untuk warga yang memiliki keterbatasan atau lanjut usia. Apabila ada alasan yang bisa diterima, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan panti sosial atau Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS). “Untuk menyelesaikan masalah tunggakan,” ucapnya.

    Baca jugaLBH Jakarta: 43,3 Persen Penghuni Rusun Pernah Menunggak
     
    Agustino menuturkan pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya agar penghuni rumah susun bisa membayarkan kewajibannya. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan bagi penghuni rusunawa, seperti pelatihan tata boga atau tata busana. “Di setiap rumah susun saat ini sudah tersedia koperasi untuk menyalurkan hasil pelatihan mereka,” kata Agustino. 
     
    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.