Ojek di Trotoar, PT KCJ Diminta Bangun Fasilitas Antarmoda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam  tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di  Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta PT KAI Commuterline Jabodetabek ( KCJ ) untuk juga membangun fasilitas antarmoda bagi penumpang kereta rel listrik. "Tidak hanya membangun di kawasan stasiun saja. Tapi juga memikirkan bagaimana moda lanjutan bagi penumpang," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Sigit Widjatmoko di Balai Kota DKI, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Baca: BPTJ Kaji Kantong Parkir Ojek di Sekitar Stasiun

    Sigit mengatakan, fasilitas antarmoda sudah diterapkan di beberapa stasiun, seperti Tebet, dan Juanda. Menurut dia, koneksi antarmoda akan disiapkan juga di Stasiun Tanah Abang dan Palmerah.

    Baca: Djarot Saiful Hidayat: Tangkap Pengemudi Motor yang Lewat Trotoar   

    Sigit menjelaskan, belum terbangunnya fasilitas antarmoda yang menyebabkan kemacetan di Stasiun Palmerah. Sehingga, polisi membiarkan ojek pangkalan naik ke atas trotoar, supaya tidak mengganggu lalu lintas.

    "UU Nomor 22 Tahun 2009 menyatakan adanya diskresi kepolisian. Mungkin waktu itu ada lintasan, sehingga kalau kami lakukan penertiban akan menjadi chaos," ujarnya.

    Baca: Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar   

    Secara prinsip, Sigit menuturkan, memarkir kendaraan di atas trotoar merupakan pelanggaran. Apalagi, hari ini sudah dimulai program Bulan Tertib Trotoar. Karena itu, pihaknya akan melakukan upaya preventif, edukatif, dan penegakan hukum terhadap hal tersebut.

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai perlu ada tempat khusus bagi ojek. Menurut dia, pengemudi ojek semestinya tidak boleh menempati trotoar karena bisa mengganggu pejalan kaki. "Kalau untuk ojek ya koordinasikan sama mereka (polisi dan dishub). Apa memang ada fasilitas khusus untuk ojek ya. Kalau menurut saya tidak boleh di trotoar," kata Djarot.

    Sampai saat ini belum ada tanggapan dari PT KCJ terkait permintaan Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.