Situ Gintung Jadi Tempat Mojok, Airin: Itu Kewenangan Pusat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pacaran. Dok.TEMPO/ Hariyanto

    Ilustrasi pacaran. Dok.TEMPO/ Hariyanto

    TEMPO.CO, Tangerang - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan sudah mendapat laporan tentang prilaku negatif remaja di Situ Gintung pada malam hari. Namun dia tidak bisa berbuat banyak untuk menindak para remaja itu. “Sebab, operasional penjagaan Situ Gintung masih kewenangan pemerintah pusat," katanya, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Pelaksana Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciputat Timur, Khotib, mengatakan telah empat kali menggelar razia di kawasan Situ Gintung. Razia ini melibatkan kepolisian dan TNI. Dalam razia itu, didapati 50 remaja yang melakukan perbuatan negatif. "Kebanyakan ditemukan remaja yang mojok atau minum minuman keras," ujarnya.

    Baca: Ada 9 Titik Banjir di Tangerang Selatan, Airin Usul Sodetan

    Khotib menambahkan, meski tidak melakukan tindak pidana, perbuatan remaja itu dianggap meresahkan masyarakat. "Kami hanya dapat memberikan pembinaan dan memanggil orang tua mereka, lalu memberikan surat pernyataan agar mereka tidak mengulanginya lagi," ucapnya.

    Menurut Airin, langkah yang bisa ia lakukan saat ini adalah meminta Camat mengaktifkan kembali forum RT/RW. "Forum RT/RW telah diberikan sejumlah unit sepeda untuk patroli agar bisa mencegah hal-hal tersebut," tuturnya. Selain itu, masyarakat bisa membuat pengaduan langsung lewat aplikasi Siaran Tangsel agar pemerintah bisa segera menindaklanjutinya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.