Kritik Apartemen Green Pramuka, Acho Tidak Mungkin Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan taman jungle pond di komplek apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    Penampakan taman jungle pond di komplek apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tidak akan menahan Muhadkly M.T. alias Acho dalam dugaan pencemaran nama baik terkait dengan tulisannya tentang Apartemen Green Pramuka. Sebab, ancaman hukuman kepadanya kurang dari lima tahun. “Tidak (ditahan). Alasannya, pasal yang digunakan tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Didik Istiyanta, Senin, 7 Agustus 2017.

    Menurut Didik, untuk berkas perkara Acho, instansinya telah menerima limpahan dari Kejaksaan Tinggi DKI. “Jaksa penuntut umum akan meneliti kembali dan mempelajarinya untuk dapat atau tidaknya dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

    Baca juga: YLKI: Tak Ada Pelanggaran dalam Curhat Acho Soal Apartemen

    Acho dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik oleh manajemen PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pengelola Apartemen Green Pramuka. Pelaporan itu terkait dengan tulisan berjudul Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya di blog pribadi Acho pada 8 Maret 2015. Dalam tulisan itu, Acho mempertanyakan janji pengembang untuk menyediakan lahan terbuka hijau kepada penghuni apartemen.
     
    Polisi kemudian menetapkan Acho sebagai tersangka karena dianggap melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE dan Pasal 310-311 KUHP. Polisi menilai tulisan Acho tentang Apartemen Green Pramuka telah menyerang kehormatan atau nama baik seseorang. Ancaman hukuman atas tindak pidana itu paling lama sembilan bulan penjara atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    WULAN NOVA S. | SSN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.