Petisi Dukung Acho Hadapi Green Pramuka Diteken Lima Ribu Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan taman jungle pond di komplek apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    Penampakan taman jungle pond di komplek apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dukungan terhadap Muhadkly MT alias Acho yang berkonflik dengan pengelola Apartemen Green Pramuka terus mengalir.  Sampai Senin, 7 Agustus 2017 sebanyak  5.172 orang telah menandatangani petisi di situs Change.org.

    Petisi tersebut berjudul  “Stop Pidanakan Konsumen dan Segera Bebaskan Acho #AchoGakSalah #StopPidanakanKonsumen”. Jumlah  penandatangan petisi tersebut lebih dari 50 persen dukungan, dari target 7.500 tandatangan.

    Baca juga: Polisi: Akibat Tulisan Acho, Green Pramuka Klaim Penjualan Turun

    Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), pembuat petisi,  mengajak publik mendukung Acho  yang telah dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya.

    Polisi menerima pengaduan dari pengelola Apartemen Green Pramuka City yang merasa tercemar setelah Acho menulis di blog pribadinya pada Maret 2015.

    Dalam tulisannya yang berjudul “Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya”, Acho menceritakan berbagai kebijakan pengelola apartemen yang ia nilai merugikan penghuni.

    Antara lain sistem parkir, sertifikat kepemilikan yang tak kunjung keluar, pungutan izin renovasi apartemen, dan lain sebagainya.  Acho yang berprofesi sebagai komedian memang tinggal di apartemen tersebut.

    Tujuan utama petisi adalah untuk membebaskan Acho.  Pengelola SAFEnet menjelaskan bahwa tulisan Acho di blog pribadinya dilakukan untuk kepentingan publik, dan bukan sekedar opini tanpa dasar.

    Pernyataan dalam petisi tersebut senada dengan pernyataan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, apa yang dilakukan Acho merupakan upaya untuk mendapatkan haknya.

    “Konsumen menulisnya di media sosial karena dipandang pengaduan-pengaduan serupa sudah mampet, tidak mendapatkan respons memadai dari pihak manajemen Green Pramuka,” ujar Tulus dalam keterangan tertulisnya.

    Simak juga:Acho Klaim Selalu Ajak Mediasi Apartemen Green Pramuka, tapi...  

    Tulus menuturkan konsumen boleh menyampaikan keluhan dan pendapatnya lewat media massa atau media sosial asalkan apa yang disampaikan adalah fakta dan hukumnya sudah jelas, bukan fiktif (hoax) yang berpotensi fitnah.

    Menurut Tulus, tindakan pengembang Apartemen Green Pramuka kepada Acho sebagai konsumen merupakan tindakan yang berlebihan dan cenderung arogan.

    BIANCA ADRIENNAWATI | WULAN NOVA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.