Minggu, 25 Februari 2018

KPAI Minta Guru Pengirim Chat Porno ke Murid Dihukum Berat

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 13 Agustus 2017 10:04 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KPAI Minta Guru Pengirim Chat Porno ke Murid Dihukum Berat

    Ilustrasi: Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto meminta guru SMA di Jakarta Utara yang mengirimkan chat porno ke muridnya agar diberi hukuman seberat beratnya.  “KPAI meminta pelaku dihukum seberat-beratnya, agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi orang lain yang berpotensi melakukan hal yang sama," kata Susanto di Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2017.

    Dia mengatakan guru tersebut seharusnya menjadi pelindung bagi anak didiknya dan bukannya malah menjerumuskan ke perbuatan yang tidak baik. Kejadian tersebut, kata Santo, menciderai dunia pendidikan dan mendegradasi profesi guru.

    Baca juga: Kirim Chat Pornografi ke Murid, Guru di Jakarta Utara Ditangkap

    KPAI, kata Susanto mendukung langkah cepat Polda Metro Jaya yang menangkap guru pelaku pengiriman chat porno tersebut.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam menangani kasus chat berbau pornografi yang dilakukan oleh seorang guru bahasa Inggris di salah satu sekolah menengah atas (SMA) swasta di Jakarta Utara.

    Pelaku, TS, 24 tahun, telah ditangkap Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. "Karena korban masih anak-anak, tentunya kami koordinasi dengan KPAI untuk membahas langkah-langkah penanganan dan ke depannya," ujar Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan.

    Baca juga: Chat Porno Guru di Jakarta Utara, Polda Koordinasi dengan KPAI

    Menurut Hendy, ada empat siswi SMA yang menjadi korban chat porno TS. Pria yang tinggal di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, itu sehari-harinya merupakan guru bahasa Inggris dan wali kelas di salah satu kelas XII di sana.

    Saat ketahuan mengirimi chat berbau pornografi, masyarakat langsung melaporkan TS ke Polda Metro Jaya pada 10 Agustus 2017. Pada hari yang sama, pukul 15.00 WIB, TS diciduk di sekolah tempatnya mengajar.

    Dari pengakuan pelaku TS, Hendy menambahkan, chat tersebut dilakukan pada aplikasi komunikasi Line. Selain menyampaikan chat berbau pornografi, TS juga mengirim dua gambar porno yang ia dapat dari mesin pencari Google.

    ANTARA |  EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.