Gelar Silaturahmi Akbar, Anies-Sandi dan Simpatisan Kenakan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menghadiri rapat pleno penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, 5 Mei 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menghadiri rapat pleno penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, 5 Mei 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) menggelar silaturahmi akbar bersama relawan pendukung. Acara ini diikuti simpatisan Anies-Sandi pada masa kampanye Pilkada DKI 2017 dan digelar di Hall D-1, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Ahad, 13 Agustus 2017.

    Baca: Pengembang Pulau G Yakin Anies-Sandi Lanjutkan Proyek Reklamasi

    Anies-Sandi tampak datang sekitar pukul 11.40 WIB dengan mengenakan kemeja putih. Para relawan yang hadirpun mengenakan kemeja putih dengan tulisan Anies-Sandi. Adapun warna putih memang merupakan dresscode dalam acara ini.

    Baca: Sinkronisasi Program Anies-Sandi ke APBD DKI Tuntas Akhir Juli

    Kedatangan keduanya langsung disambut dengan pertunjukan tari-tarian. Nantinya sejumlah artis ibu kota juga akan mengisi bagian hiburan dalam acara ini.

    Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada setiap kelompok relawan, seperti Forum Betawi Rempug (FBR), Front Pembela Islam (FPI), Forum RT/RW, Relawan Melawai, Relawan Cicurug, Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara), hingga Gerakan Pemuda Ka'bah.

    "Terima kasih kepada relawan, keren banget!" kata Mardani yang disambut dengan riuh tepuk tangan para relawan.

    Selain itu Mardani juga meminta para relawab tetap selalu mendukung langkah Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Rencananya Anies-Sandi akan dilantik pada Oktober 2017.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.