Minggu, 18 November 2018

Menengok Taman BMW yang Akan Dibangun Stadion Persija

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Kota Jakarta Utara menggusur bangunan liar yang berada di Taman Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa atau BMW di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Selasa, 1 Agustus 2017. MARIA FRANSISCA

    Pemerintah Kota Jakarta Utara menggusur bangunan liar yang berada di Taman Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa atau BMW di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Selasa, 1 Agustus 2017. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah pusat akhirnya menyerahkan sertifikat untuk Taman Bersih Manusiawi Wibawa di Papango, Jakarta Utara ke Pemerintah DKI Jakarta. Setelah mendapat sertifikat Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan segera akan melakukan ground breaking pembangunan stadion sepak bola untuk klub Persija Jakarta di sana.

    Taman BMW yang selama ini terdapat banyak gubuk-gubuk permukiman kini telah dibersihkan. Saat Tempo datang ke lokasi Taman BMW Senin, 21 Agustus 2017, terlihat beberapa alat berat seperti backhoe terparkir di sana. Juga terlihat truk pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan DKI di sana.

    "Ini baru untuk pembersihan saja. Belum ada pembangunan," kata Trubus Ismanto, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara yang bertugas hari ini.

    Baca juga: Sekda DKI: Stadion Persija Dibangun 2018 oleh Gubernur Anies  

    Beberapa tenda instansi pemerintah didirikan dalam taman BMW. Di sisi timur pintu masuk ada tenda dari Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja. Di sisi barat, berdiri tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sekitar seratus meter dari pintu masuk terlihat lapangan upacara beraspal yang dikelilingi bendera Merah Putih.

    Gundukan sampah masih menggunung di sisi barat dan selatan taman tersebut. Debu-debu berhamburan saat truk-truk dari Dinas Kebersihan DKI melintas. Kawasan ini masih terlihat sangat kumuh. Rerumputan hanya tumbuh di sebagian kecil cekungan tanah di sisi utara taman BMW, itupun dengan sampah-sampah yang berserakan. Bekas-bekas gubuk yang telah rubuh pun masih terlihat.

    Tidak ada gubug warga yang masih berdiri di taman BMW. Namun, masih ada dua kepala keluarga yang masih tinggal di tengah taman BMW, di bagian cekungan yang masih ditumbuhi rumput, yaitu Daud dan Yanto. Di sana masih ada 'kamar mandi', sumur, kursi, meja dan lemari. Daud dan Yanto adalah perwakilan warga yang berkeyakinan bahwa sengketa tanah taman BMW masih belum selesai. Mereka memiliki dokumen hukum perihal status tanah taman ini. "Tanah ini masih sengketa," tutur Daud kepada Tempo. "Pembersihan itu hanya akal-akalan pemerintah saja," imbuhnya.

    Baca juga: Anies Siapkan Rancangan Stadion untuk Persija

    Satu gubuk sederhana didirikan oleh Agus, 31 tahun, siang ini. Dia menata bambu kering, mengikatnya dalam bentuk gubuk, lalu menutupnya dengan terpal. "Ini untuk jualan Santi aja, mas," kata dia. Santi adalah pedagang keliling yang masih berjualan di taman BMW. Pembelinya adalah para pemulung sampah di taman ini. Adapun Agus adalah tukang pijit yang kadang kala memulung jika sepi langganan.

    Saat ditanya tentang pembersihan taman BMW ini, Santi menjawab, "Baru awal Agustus ini, Mas, setelah penggusuran terakhir ada pembersihan. Katanya mau dibangun stadion ya? Nggak mungkin, mas, tempatnya masih kotor begini."



    MUHAMMAD NAFI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.