Sabtu, 24 Februari 2018

Lapangan Banteng Direvitalisasi, Pameran Flona ke Setu Babakan  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 21 Agustus 2017 17:52 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapangan Banteng Direvitalisasi, Pameran Flona ke Setu Babakan  

    Pengunjung mengamati aneka tanaman yang ditawarkan pada Pameran Flora dan Fauna Banteng Expo 2017, Jakarta Pusat, 18 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan akan merevitalisasi Lapangan Benteng sehingga akan menjadi seperti kawasan Monumen Nasional (Monas). "Ini adalah tahun terakhir pameran Flona diadakan di Lapangan Banteng, karena lapangan ini akan direvitalisasi seperti Monas,” kata Djarot dalam penutupan pameran Flora Fauna (Flona) Jakarta 2017, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 21 Agustus 2017.

    Menurut Djarot, Lapangan Benteng akan dijadikan salah satu ikon Jakarta, seperti kawasan Monas. Djarot menginginkan patung Pembebasan Irian Barat yang terletak di kawasan Lapangan Banteng agar ditonjolkan.

    Baca: Ada Pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng

    Alasannya, kata Djaror, patung Pembebasan Irian Barat merupakan bagian dari sejarah penting bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. “Patung Pembebasan Irian Barat ini harus dijadikan salah satu ikon Jakarta, patung itu mengingatkan kita pada sejarah bangsa,” ujar dia.

    Sedangkan pameran Flona, ujar Djarot, mulai tahun depan akan dipindahkan ke Setu Babakan, Jakarta Selatan, yang lokasinya lebih luas. Djarot berharap ke depannya pameran Flona terus meningkatkan kepedulian dan kecintaan masyarakat akan flora dan fauna.

    Pameran yang digelar pada 21 Juli- 21 Agustus 2017, itu merupakan agenda rutin dari Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Selama 32 hari, pameran diikuti oleh sekitar 200 tenant. Berdasarkan data yang disampaikan oleh panitia, animo masyarakat terhadap pameran ini cukup tinggi. Dikunjungi oleh 23 ribu orang atau rata-rata dikunjungi oleh 500 orang setiap hari.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.