Gubernur Djarot Salat Idul Adha Bersama JK di Istiqlal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berinteraksi dengan para pedagang di  Pasar Pelita di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 29 Agustus 2017. Kompleks pasar ini mampu menampung 382 tempat usaha dan 255 pedagang. TEMPO/Ilham Fikri.

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berinteraksi dengan para pedagang di Pasar Pelita di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 29 Agustus 2017. Kompleks pasar ini mampu menampung 382 tempat usaha dan 255 pedagang. TEMPO/Ilham Fikri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dijadwalkan melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Raya Istiqlal bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat, 1 September 2017. "Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) di Sukabumi," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017.

    Setelah salat, Djarot berencana meninjau penyembelihan hewan kurban. Namun ia belum mengetahui lokasi penyembelihan yang akan dikunjungi. Ia memastikan akan mendatangi Balai Kota terlebih dulu seusai salat Id. Menurut Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Kepala Daerah Muhammad Mawardi, Djarot dijadwalkan melepas tim pemantau hewan kurban. "Rencananya dilepas setelah salat Idul Adha di Balai Kota," ucap Mawardi.

    Baca: Idul Adha 2017, Presiden Jokowi Pilih Naik Kereta Api ke Sukabumi

    Djarot mengatakan sudah menyumbang hewan kurban di beberapa tempat, di antaranya Jakarta Islamic Center, sekolah putrinya, dan Blitar.

    Adapun Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melaksanakan takbir Idul Adha 1438 Hijriah di Masjid Agung Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 31 Agustus 2017. Sedangkan salat Id akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, lalu kembali ke Masjid Agung untuk memantau prosesi penyembelihan hewan kurban.

    FRISKI RIANA 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.