Suami yang Diduga Bunuh Pegawai BNN Gunakan KTP Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah di Perumahan River Vallery Blok B2, Kabupaten Bogor tempat ditemukan mayat Indria Kameswari (38), pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido yang tewas dengan luka di bagian punggung kanan, 3 September 2017. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Rumah di Perumahan River Vallery Blok B2, Kabupaten Bogor tempat ditemukan mayat Indria Kameswari (38), pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido yang tewas dengan luka di bagian punggung kanan, 3 September 2017. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap Malik Abdul Azis, tersangka pelaku pembunuhan pegawai Badan Narkotika Nasional, Indria Kameswari. "Penangkapan dilakukan di perumahan kaveling Bengkong Wahyu, Batam, Riau," kata Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Sam Budigustian dalam rilisnya pada Senin, 4 September 2017.

    Indria Kameswari ditemukan tewas tertembak di rumahnya di perumahan River Valley Blok B2, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 1 September 2017.

    Baca juga: Pegawai BNN Tewas di Bogor, Anaknya Teriak Ibu Jatuh, Ibu Jatuh

    Menurut Polda Kepri, Azis melarikan diri ke Batam dan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu atas nama H Abdul Malik, kelahiran Jakarta, 17 Desember 1978.

    Hendrik, petugas keamanan perumahan River Valley, menjelaskan pada Jumat pukul 03.30 WIB, Malik Abdul Azis pulang ke rumahnya.

    “Dia memang jarang pulang ke rumah. Paling seminggu sekali atau dua kali,” ujarnya.

    Hendrik mengatakan, sekitar pukul 07.00, lewat tiba-tiba sebuah mobil Suzuki Ertiga warna putih buru-buru meninggalkan kompleks. Mobil itu dikendarai Malik.

    Sempat berpapasan dengan mobil yang mau masuk ke River Valley. Mobil Malik tidak mau mengalah padahal mobil dari luar lebih duluan masuk gerbang. “Jadi saya sempat minta mobil yang mau masuk untuk mundur terlebih dahulu,” ujarnya.

    Malik sempat membuka jendela mobil sehingga Hendrik mengetahui pengemudinya. Namun dia tidak tahu kenapa Malik tergesa-gesa. Dia baru sadar setelah orang mulai ramai dan melapor ke pos satpam ada kejadian di rumah Indria.

    Tetangga korban, Melan, mengatakan mayat Indria ditemukan saat anaknya itu melapor bahwa ibunya jatuh. Anak itu berusia empat tahun berinisial M. “Dia teriak-teriak ibu jatuh, ibu jatuh ke saya, kan anaknya sering belanja di warung sini,” katanya.

    Menurut Melan, saat itu suaminya, Hengki, mencoba untuk memanggil tetangga yang lain. Bersama Tri, yang rumahnya tepat berada di samping rumah Indria, dia ikut masuk.

    “Sudah tergeletak di ruang cuci yang ada di belakang,” katanya.

    Korban, kata Melan, ditolong oleh tetangga yang masuk ke rumah. Dibopong ke ruang ke tengah untuk dibaringkan di lantai sambil menunggu warga lain pulang salat Id.

    Kepala pengamanan River Valley, Maulana, mengatakan setelah Indria ditemukan tak lagi bernyawa, dia dipanggil oleh warga untuk segera ke TKP. “Saat saya datang, warga telah memindahkan korban ke aras kasur karena sudah meninggal,” katanya.

    Menurut Maulana, mayat Indria langsung ditutup dengan seprei warna biru. Warga pun diminta untuk tidak memindahkan barang yang ada dalam rumah. Dia menelepon Kepolisian Sektor Cijeruk dan setengah jam kemudian polisi tiba.

    ZARA AMELIA | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.