Transjabodetabek Premium Bekasi-Senayan Ada Wifi dan Pengawalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjabodetabek. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Bus Transjabodetabek. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan melaksanakan uji coba pelayanan bus Transjabodetabek Premium dengan rute Mega Mall Bekasi Barat - Plaza Senayan mulai 7 sampai dengan 20 September 2017 selama hari kerja.

    “Bus Transjabodetabek Premium ini dilengkapi dengan fasilitas free wifi, reclining seat, seat belt, dan charger,” ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono dalam siaran pers,  Selasa 5 September 2017.

    Baca juga: Transjabodetabek Depok Berhenti Beroperasi

    Bambang menjelaskan, dalam kegiatan uji coba ini keberangkatan bus pada jam sibuk pagi dari Mega Mall Bekasi -Plaza Senayan sebanyak 3 (tiga) trip antara pukul 05.45 - 06.30 WIB . Sedangkan keberangkatan bus saat jam sibuk sore dari Senayan ke Bekasi sebanyak 3 (tiga) trip antara pukul 17.00-18.00 WIB.

    Dalam proses uji coba dan sosialisasi Transjabodetabek Premium, setiap perjalanan bus akan mendapatkan prioritas berupa pengawalan voorijder dan pengaktifan VMS. “Bahu jalan tol diprioritaskan untuk Transjabodetabek,” katanya.

    Hal ini telah diterapkan dalam uji coba pelayanan Transjabodetabek Reguler rute Bekasi Barat - Bunderan HI pada  27 Juli - 11 Agustus 2017.

    Pengawalan voorijder digunakan hingga seluruh prasarana pendukung marka dan rambu jalur khusus angkutan umum dibahu jalan tol telah tersedia.

    Bambang berharap dengan adanya Transjabodetabek Premium  dapat meningkatan kualitas angkutan umum perkotaan Jabodetabek. Selain itu juga penyiapan alternatif solusi perbaikan tingkat pelayanan jalan ruas tol Bekasi-Dalam Kota.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.