Kemenhub Bangun Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya 2018  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI di kawasan Klender Baru, Jakarta Timur, 3 Desember 2013. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Agus Komarudin mengatakan pembangunan rel kereta double-double track sudah mencapai tahap elektrifikasi hingga perlintasan Cikarang. ANTARA/OJT/Irene Renata

    Pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI di kawasan Klender Baru, Jakarta Timur, 3 Desember 2013. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Agus Komarudin mengatakan pembangunan rel kereta double-double track sudah mencapai tahap elektrifikasi hingga perlintasan Cikarang. ANTARA/OJT/Irene Renata

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan merencanakan pembangunan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dimulai pada pertengahan 2018.

    "Mungkin pertengahan tahun depan bisa dimulai," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu, 6 September 2017.

    Baca: Bulan Ini Kepastian Jalur Kereta Cepat Jakarta Surabaya 685 Km

    Saat ini, jalur kereta semi cepat Jakarta-Surabaya masih dalam tahap finalisasi. Rencananya, finalisasi tersebut akan rampung dalam dua minggu. "Ini berkaitan dengan menggunakan apa, bagaimana prasarananya, terus lintasannya di mana," ucapnya.

    Setelah finalisasi nanti, Kementerian Perhubungan akan mengusulkan proyek ini kepada Presiden Joko Widodo. "Nanti, Presiden memutuskan moda mana yang dipilih," ujarnya.

    Simak: Jepang Usul Kereta Jakarta-Surabaya 120 Km/Jam, Menhub: Tanggung

    Setelah Presiden menyetujuinya, Budi berujar studi proyek kereta berkecepatan 120-160 kilometer per jam itu akan langsung dilaksanakan.

    Soal anggaran, Budi menuturkan pemerintah belum menetapkan jumlahnya. "Banyak variabel yang harus di-exercise, baru kita ketemu suatu angka yang solid," tuturnya.

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.