MRT Gandeng Aplikasi Qlue, Apa Manfaatnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, 24 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, 24 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Qlue Performa Indonesia untuk memberikan fasilitas pengaduan masyarakat berbasis daring atau online. Presiden Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mengetahui tanggapan masyarakat secara langsung terhadap proyek MRT Jakarta.

    “Kami berharap masyarakat yang terdampak pembangunan MRT dapat berkontribusi menyampaikan laporan dan aspirasi kepada kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 September 2017.

    William berharap data keluhan dari Qlue nanti bisa menganalisis masalah sehingga pihaknya mampu memberikan solusi yang tepat sasaran. Setiap penanganan keluhan nantinya menjadi bagian dari proses pembangunan fasilitas publik yang bersifat partisipatif.

    Chief EO PT Qlue Rama Raditya mengatakan aplikasi Qlue memungkinkan masyarakat melaporkan keluhan secara langsung kepada para pembuat kebijakan, terutama penyedia fasilitas umum dan jasa publik, termasuk keluhan terhadap MRT. Aplikasi yang digawangi Jakarta Smart City itu mampu memantau, menganalisis, dan menyelesaikan keluhan masyarakat. "Masyarakat juga akan merasa memiliki kota dan menjadi lebih berdaya," katanya.

    Baca: Kabar Terkini Proyek MRT, Sistem Persinyalan Rampung Tahun Depan

    Perjanjian kerja sama tersebut berlangsung selama satu tahun dan dapat diperpanjang. Rama menuturkan, dengan adanya kerja sama ini, warga Jakarta diharapkan akan turut merasa memiliki dan merawat fasilitas transportasi publik yang dapat segera dinikmati dalam waktu kurang dari 1,5 tahun ini.

    "Laporan bisa dikirim dari telepon genggam dalam format teks dan foto (atau video) melalui sistem operasi Android ataupun iOS dan melengkapinya dengan geo-tagging agar laporan menjadi akurat," ucapnya.

    Secara garis besar, pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 78,01 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah sepanjang 6 kilometer telah selesai 89,27 persen, sementara struktur layang sepanjang 10 kilometer telah selesai 66,86 persen. Setidaknya, ada 13 stasiun yang akan dibangun MRT, baik stasiun layang maupun bawah tanah.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.