Skytrain Soekarno-Hatta Tunggu Verifikasi Final untuk Beroperasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skytrain atau automated people mover system (APMS) diperkenalkan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Mei 2017. Kereta tanpa awak tersebut menurut rencana akan diuji coba mengangkut penumpang pada pertengahan Juni antara terminal 2 dan terminal 3. Tempo/JONIANSYAH HARDJONO

    Skytrain atau automated people mover system (APMS) diperkenalkan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Mei 2017. Kereta tanpa awak tersebut menurut rencana akan diuji coba mengangkut penumpang pada pertengahan Juni antara terminal 2 dan terminal 3. Tempo/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan Skytrain Bandar Udara Soekarno-Hatta tinggal menunggu hasil verifikasi final dan izin pengoperasian dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan agar bisa dioperasikan pada pertengahan September 2017.

    "Uji coba berjalan dengan lancar jadi tinggal menunggu hasil verifikasi final dan izin operasional," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 7 September 2017

    Baca juga: Beda dengan Rencana, Ini Penjelasan Soal Desain Terminal Skytrain

    Yado mengatakan, setelah uji coba Skytrain berjalan dengan lancar, hasil verifikasi untuk pengoperasian ditargetkan dapat dikeluarkan pertengahan September. Menurutnya, ada beberapa verifikasi yang dibutuhkan agar Skytrain bisa beroperasi.

    Adapun verifikasi yang ditunggu meliputi hasil verifikasi lintasan, gerbong Skytrain, sistem kelistrikan, dan standar operasional prosedur (SOP) pengoperasian.

    "Untuk SOP meliputi penanganan situasi darurat hingga evakuasi penumpang jika terjadi masalah," katanya.

    Setelah semua verifikasi keluar, Skytrain harus mendapatkan izin operasional dari Dirjen Perkeretaapian agar bisa mengangkut penumpang.

    Skytrain Bandara Soekarno-Hatta resmi diuji coba sejak 13 Agustus hingga sekarang.

    Saat menjajal Sktrain pada 15 Agustus lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kereta automated people mover system ini akan beroperasi secara bertahap mulai 17 September dengan menghubungkan Terminal 2 dan 3.

    "Pada November beroperasi penuh serta menghubungkan Terminal 1, 2, dan 3, " ujar Budi

    Pada September nanti, dua gerbong kereta akan mengangkut penumpang dari Terminal 2 ke 3. Sedangkan November nanti, sebanyak enam gerbong Skytrain akan melayani dan mengangkut penumpang dari Integrated Building, Terminal 1, 2, dan 3 serta arah sebaliknya.

    "Skytrain beroperasi dengan headway lima menit serta dari Terminal 2 ke 3 tiga menit. Jadi kalau 1, 2, dan 3 lima menit," ucapnya.

    Menurut Budi, people mover ini akan sangat berguna karena nanti Terminal 1 dan 2 diperuntukkan bagi domestik. Bagi penumpang dari luar negeri akan dimudahkan dengan fasilitas ini.

    "Akan kami gunakan juga untuk koneksitas terhadap stasiun bus yang akan dipusatkan di Terminal 1," tuturnya.

    Budi melanjutkan, semua proses sertifikasi yang berkaitan dengan kelayakan operasional Skytrain Bandara Soekarno-Hatta rampung pada 17 September 2017.

    Budi berujar sertifikasi kelayakan yang meliputi fisik Skytrain, lintasan, elektrifikasi, dan signal akan dikeluarkan sebelum Skytrain tahap pertama beroperasi secara penuh.

    Karena itu, kata Budi, agar proses sertifikasi berjalan dengan baik, Kementerian Perhubungan akan mendorong pihak terkait menjalankan semua prosedur dan tahapan." Misalnya, Skytrain ini kan tanpa awak. Namun, nanti sebelum jadi tanpa awak, harus uji coba selama enam bulan," katanya

    Simak juga: Menjajal Skytrain Bandara Soekarno-Hatta, Begini Rasanya

    Kementerian Perhubungan, kata dia, akan melakukan semuanya agar safe. "Enam bulan pertama pakai awak sambil sinkronisasi sistem yang sudah ada," ujarnya.

    Skytrain dilengkapi sistem automated guideway transit dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi Skytrain dapat mencapai 60 kilometer per jam.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.