Bekasi Beli Sembilan Bus untuk Angkutan Massal Dalam Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kadis Perhubungan DKI Jakarta Andi Yansyah, Kadis Perhubungan Kota Tangerang Syaiful Rohman serta perwakilan dari Go-Car dan Uber dalam acara pemasangan Air Conditioner gratis untuk angkutan kota di Silang Barat Monas, Jakarta, Sabtu, 1 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kadis Perhubungan DKI Jakarta Andi Yansyah, Kadis Perhubungan Kota Tangerang Syaiful Rohman serta perwakilan dari Go-Car dan Uber dalam acara pemasangan Air Conditioner gratis untuk angkutan kota di Silang Barat Monas, Jakarta, Sabtu, 1 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi akan membeli sembilan unit bus sedang untuk armada Trans-Patriot, angkutan massal baru di wilayah setempat. "Proses pembeliannya lewat e-katalog belum selesai," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Kamis, 7 September 2017.

    Yayan mengatakan proses tersebut membutuhkan waktu sedikitnya dua bulan. Sehingga diperkirakan menjelang akhir 2017 bus ukuran sedang tersebut sudah tersedia sebagai angkutan massal. "Yang jelas tahun ini. Kapan realisasinya, masih berproses," ujarnya.

    Baca: Tak Layak Operasi, Ratusan Izin Angkot di Bekasi Dibekukan

    Menurut Yayan, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 11 miliar untuk pengadaan armada berkapasitas 30 penumpang tersebut. Harga setiap armada diperkirakan mencapai Rp 700 juta. "Buat beli bus Rp 7 miliar lebih, sisanya buat operasional," ucapnya.

    Yayan sudah menetapkan trayek Trans-Patriot di Kota Bekasi. Trayeknya meliputi Terminal Bekasi-Pondok Gede, Terminal Bekasi-Sumber Artha, Terminal Bekasi-Wisma Asri, Terminal Bekasi-Bantargebang, dan Terminal Bekasi-Harapan Indah. "Untuk sementara, trayek berputar di pusat kota," tuturnya.

    Trans-Patriot, Yayan menambahkan, merupakan bagian dari deradikalisasi angkutan perkotaan di wilayah setempat. Sebab, jumlah angkot mengalami overload sekitar 3.500 unit. Padahal idealnya hanya sekitar 1.500. "Kami ingin pengusaha angkutan mengikutinya," katanya.

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kota Bekasi, Dariyanto, mendorong agar pembelian armada Trans-Patriot segera direalisasi mengingat anggaran yang sudah dialokasikan harus segera diserap. Sebab, saat ini sudah memasuki akhir triwulan ketiga. "Pembelian jangan sampai tertunda karena untuk keperluan transportasi," ujar Yayan.

    Baca juga: Pemilik Angkot di Bekasi Sebut Omzetnya Naik Setelah Pasang AC

    Menurut Yayan, angkutan perkotaan di Kota Bekasi nyaris tak diminati masyarakat karena kondisinya memprihatinkan. Karena itu, orang cenderung bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Dampaknya, terjadi kemacetan. "Kalau ada angkutan nyaman dan aman, akan diminati," ucapnya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.