Dirut AP II Menyamar Jadi Airport Helper dan Menemukan...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan persiapan dan kegiatan pelananan mudik di bandara milik AP II, Tangerang, 23 Juni 2017. Tempo/Vindry Florentin

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan persiapan dan kegiatan pelananan mudik di bandara milik AP II, Tangerang, 23 Juni 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Tangerang - Diam-diam Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin melakukan inspeksi mendadak terhadap layanan Airport Helper di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

    Sidak dilakukan setelah muncul video di media sosial tentang personil Airport Helper yang terkesan tidak mempedulikan penumpang pesawat dengan banyak barang bawaan. Pada Jumat pagi, 8 September 2017, Awaluddin menyamar menjadi petugas Airport Helper.

    "Saya sengaja bergabung dengan rekan rekan Airport Helper yang sedang bertugas di Terminal 1C untuk melihat langsung fakta lapangan operasi Airport Helper tersebut," kata Awaluddin dalam keterangan tertulis hari ini, Jumat, 8 September 2017.

    Awaluddin pun menemukan sejumlah fakta, seperti tidak semuanya Airport Helper malas seperti video yang viral. "Petugas yang rajin lebih banyak."

    Layanan Airport Helper tersedia 24 jam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di mana dalam 1 hari terdapat tiga shift kerja yakni dimulai pada pukul 06.00 WIB, lalu 14.00 WIB, dan 22.00 WIB. Adapun pada setiap shift kerja terdapat 90 personil Airport Helper yang bertugas.

    Airport Helper adalah layanan yang diberikan secara gratis bagi untuk membantu penumpang pesawat membawa barang bawaan ketika tiba di Terminal. Personil Airport Helper memakai seragam berwarna biru bertuliskan Airport Helper dan bertugas di area curb side keberangkatan serta kedatangan. Airport Helper seharusnya secara aktif bertanya apakah penumpang pesawat membutuhkan bantuan untuk membawa barang bawaan atau tidak. Apabila membutuhkan bantuan, maka tentu Airport Helper harus membantu.

    Layanan Airport Helper, menurut Awaluddin, memerlukan fungsi supervisi dengan fokus pada people, process, dan facilities yang  menggunakan teknologi informasi. Dalam waktu dekat akan difungsikan aplikasi mobile sebagai alat kerja para Airport Helper. Tapi perlu dilakukan penataan ulang atas pengkayaan tugas dan pengaturan lokasi serta sebaran petugas. Juga perlu dilakukan integrasi Airport Helper dengan operasi lainnya, antara lain seperti jadwal kedatangan dan keberangkatan penerbangan, jadwal, dan jumlah petugas.

    "Evaluasi dan review secara berkala untuk penerapan reward and recognition petugas Airport Helper," kata Awaluddin. Dia berjanji tetap konsisten melakukan inspeksi mendadak sampai penataan dan pengelolaan Airport Helper berjalan lancar.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.