Festival Perempuan Nelayan Indonesia Bahas Masalah Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festifal Perempuan Nelayan Indonesia yang diadakan di Gedung Galeri 6 Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, 9 September 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis Pae Dale

    Festifal Perempuan Nelayan Indonesia yang diadakan di Gedung Galeri 6 Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, 9 September 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menginisiasi kegiatan Simposium dan Festival Perempuan Nelayan Indonesia yang menyorot peran kaum Hawa dalam dunia perikanan di Indonesia. Kegiatan yang dibuka untuk umum ini diyakini memberi ruang bagi masyarakat nelayan, khususnya perempuan, untuk berdiskusi dan menebar inspirasi kreatif.

    "Kami percaya laut itu seorang ibu untuk 250 juta rakyat Indonesia, memberi pengharapan bagi 3,9 juta perempuan nelayan," ujar Sekretaris Jenderal Kiara Susan Herawati Romica dalam kegiatan yang digelar di Galeri 6 Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 September 2017 tersebut.

    Baca juga : Sertifikat HGB Pulau D, Djarot: Kami Mau Bangun Kampung Nelayan

    Susan berkata pihaknya telah banyak berkeliling Indonesia dan mendengar cerita kalangan perempuan nelayan, terkait upaya menjaga kelestarian pesisir. Sejumlah wilayah yang disorot Kiara, yakni Langkat, Sumatera Utara dan Indramayu, Jawa Barat.

    "Di pesisir, perempuan nelayan menghadapi maraknya perampasan ruang kehidupan," tutur Susan.

    Ruang gerak nelayan, menurut dia, salah satunya terancam oleh proyek reklamasi di 16 titik pesisir dan proyek pertambangan di 14 titik. "Itu diperburuk pengembangan sektor pariwisata yang semakin merampas ruang rakyat. Konsep ibu adalah laut semakin tercederai."

    Susan pun menyebutkan adanya persoalan gender, di mana peran perempuan nelayan kerap dikerdilkan dalam industri perikanan tradisional. "Mereka dalam sosial kultur, posisinya malah dianggap subordinat di bawah laki-laki," kata dia.

    Simposium dan Festival Perempuan Nelayan kemudian yang dihadiri puluhan anggota Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) dari sejumlah daerah itu kemudian digelar untuk mencari solusi. Tema yang diambil pun disesuaikan dengan keinginan 14 kelompok perempuan di 9 kabupaten dan kota di Indonesia.

    "Perempuan nelayan harus berdaulat, mandiri, dan sejahtera," kata Susan membacakan tema festival tersebut. Selain diskusi, acara itu juga menampilkan 14 lukisan karya perempuan nelayan dari sembilan kabupaten dan kota.

    YOHANES PASKALAIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...