Korban Kebakaran Bendungan Hilir Kekurangan Makanan Bayi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, 9 September 2017. Dikabarkan, si jago merah telah melahap sekitar 50 rumah warga. ANTARA FOTO

    Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, 9 September 2017. Dikabarkan, si jago merah telah melahap sekitar 50 rumah warga. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban kebakaran di Bendungan Hilir kekurangan stok makanan bayi. Staf Kelurahan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Yulianti, mengatakan bantuan untuk korban kebakaran terus berdatangan, namun kebutuhan bayi nyaris tidak terpenuhi. 

    Pegawai berusia 31 tahun ini mengatakan bantuan tersebut lebih banyak ditujukan kepada orang dewasa. "Dari tadi yang datang itu mie instan, sarden, sedangkan makanan bayi belum ada. Makanan bayi kan kebutuhannya beda," ujar Yuli saat dijumpai di posko petugas bantuan bencana, Sabtu, 9 September 2017.

    Petugas mencatat jumlah pengungsi yang berada di Masjid At-Taqwa sebanyak 54 kepala keluarga dari total 150 kepala keluarga. Dari 176 pengungsi, anak-anak berusia 0-3 tahun sebanyak 11 anak, sementara anak berusia 4-5 tahun sebanyak sembilan anak. 

     

    "Tidak cuma makanan, mereka juga butuh popok bayi. Paling enggak, harus sudah tersedia untuk kebutuhan tiga hari ke depan," ujar Yuli. 

     

    Sampai saat ini, bantuan terus berdatangan. Untuk konsumsi, kata Yuli, bantuan datang dari Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dibentuk oleh Dinas Sosial DKI Jakarta di setiap kelurahan. Bantuan juga datang dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka, dan warga sekitar. 

    Baca: Kebakaran Besar Terjadi di Kompleks PAM Benhil


     

    Selain makanan bayi, Ketua RW 06, Rabiono, 58 tahun, mengatakan pengungsi juga membutuhkan pakaian seragam sekolah. Karena tak sedikit pengungsi yang masih mengenyam pendidikan. Rabiono berharap pada Senin mendatang pengungsi sudah bisa berangkat ke sekolah. 

     

    "Saya sih maunya hari Senin seragam sudah cukup buat anak-anak sekolah," ujar Rabiono. 

     

    Setidaknya ada 33 anak yang masih bersekolah, yaitu tujuh anak dari taman kanak-kanak (TK), 13 anak di sekolah dasar (SD), lima anak di sekolah menengah pertama (SMP), dan delapan anak di sekolah menengah atas (SMA).

     

    Ratusan warga Jalan Penjernihan II, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, menjadi korban kebakaran pada sore tadi. Setidaknya 54 dari 150 kepala keluarga yang jadi korban harus mengungsi di Masjid At-Taqwa yang letaknya sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. 

     

    LARISSA HUDA 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.