Selasa, 20 Februari 2018

Tragedi Bayi Debora, Ini Temuan Dinas Kesehatan

Oleh :

Tempo.co

Senin, 11 September 2017 12:26 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tragedi Bayi Debora, Ini Temuan Dinas Kesehatan

    Orang tua Tiara Debora Simanjorang, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, 11 Agustus 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah bertemu dengan manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, terkait kematian bayi Debora. Dari pertemuan itu disimpulkan, meninggalnya bayi berusia empat bulan itu bukan lantaran keterlambatan penanganan medis oleh rumah sakit. “Jadi dari sisi medis tidak ada kesalahan atau penundaan tindakan penanganan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Senin, 11 September 2017.

    Koesmedi menjelaskan, dokter dan para medis RS Mitra Keluarga sudah menangani pasien sesuai prosedur gawat darurat atau emergency. Isu tentang penelantaran Debora dipastikan hanya kesalahpahaman. Kesalahpahaman itu terjadi saat bayi harus menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

    “Untuk masuk ke ruang PICU memang harus dikomunikasikan terlebih dulu karena biayanya sangat mahal,” kata Direktur RS Mitra Keluarga Fransisca Dewi. Di RS Mitra Keluarga pasien dikenakan deposit sebesar Rp 19 juta. Karena itu keluarga pasien diminta mencari rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS. “Supaya tidak terbebani biaya.”

    Baca: Kasus Bayi Debora, Mendagri: Jangan Berobat ke RS Tidak Manusiawi

    Diduga, orang tua pasien memahami penjelasan dari rumah sakit itu secara berbeda. Akibatnya muncul berita bayi Debora ditelantarkan karena orang tua tidak mampu membayar uang muka sebesar Rp 19 juta.

    Tiara Debora adalah buah hati dari pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi.  Bayi berusia empat bulan itu mengalami sesak nafas pada 3 September 2017 dan dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

    Manajemen rumah sakit menangani bayi itu di instalasi gawat darurat (IGD). Untuk penganganan selanjutnya dokter menyarankan agar Debora mendapat perawatan di fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun tindakan itu tidak bisa dilakukan karena orang tuanya Debora tidak mampu memenuhi syarat administrasi dengan membayar uang muka sebesar Rp 19 juta.

    Orang tua Debora akhirnya mencari rumah sakit lain yang bisa menampung putri mereka. Namun belum sempat bayi Deborah dipindah, maut lebih dulu menjemput.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.