Cerita Pemenang Undian Rusunawa Rela Pindah meski Jaraknya Jauh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Kalijodo membawa barang miliknya ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Jakarta, 23 April 2016. Warga Kalijodo direlokasi dari kawasan yang akan dibangun menjadi ruang terbuka hijau (RTH). TEMPO/Subekti

    Seorang warga Kalijodo membawa barang miliknya ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Jakarta, 23 April 2016. Warga Kalijodo direlokasi dari kawasan yang akan dibangun menjadi ruang terbuka hijau (RTH). TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta mengundi warga DKI Jakarta yang akan menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa). 

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengundi 50 calon penghuni tiga rusunawa, yaitu Rusunawa Kamaruddin sebanyak 20 unit, Rusunawa Pulo Gebang sebanyak 20 unit, dan Rusunawa Pinus Elok sebanyak 10 unit.

    Seorang warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, Marwati, 50 tahun, merasa beruntung akhirnya ia mendapatkan satu unit rusunawa di Rusunawa Kamarudin, Penggilingan, Jakarta Timur. Marwa, begitu sapaannya, rela pindah meskipun rusunawa itu jauh dari rumah kontrakannya saat ini. 
    Baca: Pengundian Rusunawa, Djarot Minta Penghuni Lunasi Iuran Bulanan

    "Alhamdulillah, mumpung ada kesempatan. Kalau enggak diambil, kayaknya sayang. Jauh kan enggak apa-apa," ujar Marwa saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Jumat, 15 September 2017.

    Marwa menilai jauhnya lokasi tidak menjadi halangan untuk pindah ke rusunawa mengingat harga yang ditawarkan jauh lebih murah. 

    Setiap bulan Marwa harus membayar Rp 1 juta untuk mengontrak di kawasan Tanah Abang. Meskipun ia belum mengetahui harga sewa rusunawa, Marwa memprediksi biayanya hanya sekitar Rp 300 ribu setiap bulannya.

    Sebagai seorang pedagang makanan, Marwa merasa tidak terbebani jika harus kehilangan pelanggannya. Ia menilai rezeki bisa didapat di mana saja, meski jauh sekalipun. 

    Nantinya Marwa akan tinggal bersama lima anaknya. "Jauh enggak apa-apa, sekarang zaman canggih, kendaraan apa saja sudah gampang," ujarnya.

    Hal serupa juga dirasakan Asep Ediyana, 56 tahun, yang sudah menunggu undian sejak lima tahun lalu.

    Simak: Penghuni Rusunawa Keberatan Tunggakan Dipampang di Pintu

    Asep bersyukur penantian sejak 2012 berakhir karena mendapatkan satu unit rusunawa di Pulogebang, Jakarta Timur. Warga Cipinang Asem, Jakarta Timur, ini mengaku bisa berhemat apabila ia tinggal di rusunawa. 

    "Biasanya saya bayar kontrakan Rp 1 juta sebulan. Lumayan, saya masih bisa menabung sekarang," tutur Asep.

    Meski akses dari Pulogebang ke tempat kerjanya di Mampang, Jakarta Timur, terlampau jauh, Asep enggan ambil pusing. Yang penting, kata dia, dia bisa mendapatkan harga sewa rumah yang lebih murah dengan ukuran yang lebih besar. "Nanti bisa diatur atau saya bisa menginap di tempat kerja," katanya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.