Besok, Skytrain Soekarno Hatta Mulai Layani Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah teknisi bersiap melakukan ujicoba jalan Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 Agustus 2017. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sejumlah teknisi bersiap melakukan ujicoba jalan Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 Agustus 2017. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang - Skytrain Bandara Soekarno-Hatta mulai melayani penumpang pada Ahad, 17 September 2017. Kereta berbasis teknologi Automated People Mover System beroperasi pagi hari pukul 07.00-10.00, siang pukul 13.00-14.00, dan sore pukul 17.00-19.00. Pengoperasiannya masih dikendalikan oleh driver (pengemudi).

    Juru bicara PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan penggunaan kemudi pada tahap awal pengoperasian Skytrain ini merupakan Standar Operational Prosedur dari PT Woojin, perusahaan Korea Selatan yang memproduksi Skytrain dan PT Len Industri serta Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang melakukan pengawasan langsung. "Driver untuk memastikan kesisteman keseluruhan Skytrain," kata Yado, Sabtu 16 September 2017.

    Menurut Yado, kemudi Skytrain juga berguna untuk memantau kereta secara langsung agar mudah dievaluasi."Setelah full operation, baru Skytrain drivless (tanpa pengemudi)," kata Yado. Nantinya, Skytrain akan dikendalikan dari dalam Operational Control Room Skytrain.

    Skytrain akan beroperasi penuh pada akhir November 2017. Enam gerbong Skytrain akan melalui track A dan B mengangkut penumpang dari Integrated Building, Terminal I, Terminal 2 dan Terminal 3 sebagai ulang alik.

    Sementara itu, untuk persiapan pengoperasian besok, Skytrain Bandara Soekarno-Hatta terus melakukan simulasi pengangkutan penumpang. Simulasi dilakukan dengan mengangkut puluhan hingga ratusan orang dengan kecepatan 40 kilometer perjam dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan arah sebaliknya. "Simulasi ini akan terus kami lakukan sampai hari ini finalnya," kata Yado

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.