Jalan T Umar Tangerang Ditutup, Arus Lalu-lintas Padat di Thamrin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan memutar arah di depan Transmart, Jl MH Thamrin, Karawaci, Kota Tangerang, 17 September 2017. Tempo/Ayu Cipta

    Kendaraan memutar arah di depan Transmart, Jl MH Thamrin, Karawaci, Kota Tangerang, 17 September 2017. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Perhubungan Kota Tangerang menutup sementara Jalan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang, karena di sana sedang dibangun jembatan dan peninggian badan jalan oleh Dinas  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang.

    Sedikitnya 25 petugas gabungan bersama kepolisian setempat berjaga di setiap putaran arah di sejumlah titik. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saiful Rohman, mengatakan Jalan Teuku Umar ditutup selama satu bulan penuh mulai Sabtu dinihari, 16 September 2017.

    Baca: Tangerang Tutup Jalan GJA-Teuku Umar, Ini Jalur Alternatifnya

    “Jalan akan dibuka kembali pada Ahad, 15 Oktober 2017,” kata Saiful kepada Tempo, Ahad pagi, 17 September 2017. Memang, kata Saiful, ada efek dari akibat penutupan jalan tersebut. "Kami memantau, Sabtu malam ada kepadatan di jalan MH Thamrin," kata Saiful.

    Menurut Saiful, kepadatan terjadi karena di Jalan MH Thamrin ada dua putaran yang digunakan, yakni di depan Transmart-Argo Pantes untuk pengguna jalan dari arah Cikokol, Jalan Sudirman, Tangcity Mall, menuju Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, dan Perum Cimone.

    “Sehingga kendaraan yang melewati Jalan MH Thamrin putar arah di depan Argo Pantes, lalu belok kiri melewati jalan baru,” ujar Saiful.

    Adapun putaran kedua di jalan Thamrin adalah di depan Perumahan Bumi Mas Raya yang digunakan pengguna jalan dari arah Kebun Nanas-Serpong yang memutar arah kembali ke Kebun Nanas-Serpong atau ke Tol Jakarta-Merak ke arah Jakarta.

    Pengalihan arus lalu lintas satu arah juga diberlakukan untuk pengguna jalan dari Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, Cimone, melewati jembatan. “Diberlakukan satu arah ke Cikokol,” ucap Saiful. “Penutupan jalan untuk menghindari dampak konstruksi, demi keselamatan pengguna jalan dan kemacetan,” kata Saiful.

    Dinas PUPR segera merampungkan proyek Jembatan Teuku Umar. Dalam tahap akhir proses pembangunan, proyeksi yang dilakukan adalah melakukan peninggian badan jalan GJA-Teuku Umar sepanjang 200 meter.

    Jembatan Teuku Umar yang dibangun sepanjang 100 meter dan lebar 10 meter. Proyek jembatan ini dikerjakan berbarengan dengan Jembatan Dadang Suprapto sepanjang 115 meter dengan lebar 11 meter.

    Kedua jembatan itu dibangun dengan sistem multiyears dan dibiayai oleh APBD Kota Tangerang yang bersumber dari bantuan Provinsi Banten. Total biaya mencapai Rp 57,4 Miliar.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meminta pengerjaan proyek jembatan dipercepat, sehingga lebih cepat dari target dan akhir kontrak pada Desember 2017. "Agar dipercepat, November tahun ini harus sudah selesai, " kata Arief.

    Arief mengatakan, selain berfungsi untuk mengurai kemacetan, jembatan juga akan dilengkapi dengan pedistrian yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk jogging sambil menikmati suasana indahnyai Sungai Cisadane.

    "Jalan inspeksinya yang sudah ada nanti dipertahankan sehingga tidak terjadi /crossing dengan kendaraan yang ada di atas," kata Arief. Arief berharap keberadaan jembatan bisa menjawab persoalan kemacetan yang diakibatkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

    Baca juga: Ternyata, Mata Air Penyebab Jalan Cisauk-Kranggan Ambles

    "Yang penting jembatan ini bisa dioptimalkan dalam rangka menyelesaikan masalah kemacetan di dalam kota dan traffic pertumbuhunan kendaraan bermotor di Kota Tangerang yang cukup pesat," kata Arief.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.