Penangkapan 4 dari 8 Tahanan Kabur Polres Jakbar Diwarnai Duel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat tahanan yang kabur dari Kepolisian Resor Jakarta Barat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran tim gabungan, 17 September 2017. TEMPO/Larissa

    Empat tahanan yang kabur dari Kepolisian Resor Jakarta Barat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran tim gabungan, 17 September 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menangkap empat dari delapan tahanan yang kabur dari Kepolisian Resor Jakarta Barat pada Sabtu dinihari, 16 September 2017. Sempat terjadi duel.

    "Tahanan yang kabur itu mayoritas tahanan narkoba. Pada jam tersebut delapan tahanan melarikan diri," ujar Argo di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 17 September 2017.

    Argo menuturkan mereka melarikan diri pada pukul 03.30 WIB. Sampai saat ini, kata Argo, Polres Jakarta Barat masih memeriksa anggota kepolisian yang saat kejadian tersebut sedang berjaga.

    Baca: Polisi Bentuk Tim Buru 7 Tahanan Polres Jakarta Barat yang Kabur

    "Pada saat yang sama, polisi langsung mengejar. Polisi menangkap YAW (Yocke Arya Winta) atas kasus narkoba," ujar Argo.

    Yocke ditangkap oleh dibekuk kembali setelah tertangkap oleh massa. Ia babak belur karena dikeroyok di Jalan G, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Kini dia berada di Rumah Sakit Polri untuk perawatan.

    Kemudian, pada pukul 19.45 WIB, Kepolisian Sektor Kembangan menangkap tahanan yang kabur atas nama Bagas Fathiong Ramadhan (BFR).

    Menurut Argo, BFR ditangkap di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Saat penangkapan, kata argo, BFR sempat duel dengan petugas untuk bisa berkelit dengan cara mendorong petugas dan merebut senjata.

    Simak: 8 Tahanan Polres Jakarta Barat Kabur, 1 Tertangkap

    "Akhirnya kami berikan tindakan tegas dengan menembak di bagian kaki. Kemudian diamankan dibawa ke RS Polri," ujar Argo.

    Kemudian, pada pukul 01.15 WIB, Ahad, 17 September, tim yang terdiri atas Satuan Reserse Kriminal, Satuan Reserse Narkoba, dan Polsek Palmerah menangkap Yudi Rohmansyah (YR) di Permakaman Manggala, Desa Jaka Sampurna, Bekasi Barat. Ia adalah residivis tahanan narkoba pada 2013. Ia diduga sebagai inisiator pelarian.

    "Tapi tersangka YR saat dikeler (dicecar) untuk cari tersangka lain, ternyata dia itu bawa senjata rakitan. Jadi, saat dikeler itu sempat lari dan melakukan kegiatan membahayakan petugas. Akhirnya petugas mengeluarkan tindakan tegas dan terukur," ujar Argo.

    YR akhirnya ditembak di bagian dada karena dianggap melakukan tindakan yang membahayakan petugas. Setelah ditembak, YR dilarikan ke Rumah Sakit Polri. Namun nahas, YR mengembuskan napas terakhir di perjalanan karena kehabisan darah.

    Baca juga: Tahanan LP Brebes Kabur 2 Bulan Tertangkap Lagi Saat Jualan Jamu

    Tahanan keempat juga ditangkap di tempat yang sama, yaitu Franco Graizani (FG) yang merupakan residivis perampokan pada 2003. Saat penangkapan FG mengeluarkan senjata rakitan yang sudah dipersiapkan di dalam bangunan gardu listrik. Karena ada perlawanan, FG ikut ditembak di bagian dada dan tewas saat menuju RS Polri. 

    Adapun empat orang yang belum dibekuk adalah Abbi Isa, Thio Erwin Gunawan, Kurniawan, dan Ramlan. Argo meminta empat tahanan tersebut untuk menyerahkan diri. 

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.