Polisi Usut Pornografi Anak Gandeng FBI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aldi Juwadi (Kiri), Dede Sobur dan Bachrul Ulum (kanan) tersangka penyebaran pornografi di dunia maya dengan konten anak-anak usia dua sampai sepuluh tahun di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Maret 2017. Tempo/Ijar Karim

    Aldi Juwadi (Kiri), Dede Sobur dan Bachrul Ulum (kanan) tersangka penyebaran pornografi di dunia maya dengan konten anak-anak usia dua sampai sepuluh tahun di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Maret 2017. Tempo/Ijar Karim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dalam mengusut penyebaran konten pornografi anak gay.

    "Kami sudah koordinasi dengan FBI, sudah bincang-bincang dan ketemu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya pada hari ini, Senin, 18 September 2017.

    Argo menuturkan, koordinasi tersebut dilakukan lantaran pendistribusian video pornografi anak menelan banyak korban dan berdasarkan keterangan pelaku yang ditangkap mereka afiliasi dengan perkumpulan pecinta sesama jenis di 49 negara. pendistribusian konten video porno tersebut melalui media sosial Twitter, WhatsApp, dan Telegram.

    Mengingat kejahatan dilakukan di dunia maya, menurut Argo, polisi butuh banyak waktu dan ruang untuk menyelidiki kasus itu. "Lagi kami pilah satu per satu."

    Tiga tersangka pelaku penyebaran konten pornografi gay anak yang telah ditangkap di antaranya YUL, 19 tahun, HER alias UHER, 30, dan IK, 30. Mereka menjual gambar atau video porno melalui akun Twitter bernama @VGKSale dan @freeVGK69. VGK merupakan singkatan umum di kalangan penyuka sesama jenis untuk video gay kids yang berisi video adegan seksual lelaki dewasa dengan anak laki-laki.

    Para tersangka diringkus dalam operasi Nataya III oleh Satgas Khusus Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di tiga tempat berbeda. YUL, admin akun Twitter @VGKSale dan grup telegram VGK Premium, dibekuk di kediamannya di Purworejo, Jawa Tengah, pada 5 September 2017.

    Adapun HER alias UHER sebagai penyedia konten melalui akun Twitter @NeoHermawan2 dan @febrifebri745 dicokok di Garut, Jawa Barat, pada 7 September 2017. Sedangkan IK, pengguna akun Twitter @FreeVGK69 dan blog pribadinya Freevgk.blogspot.co.id, ditangkap di Bogor, Jawa Barat.

    Ketiganya menjual gambar dan video pornografi anak gay dengan harga Rp 100 ribu. Pembeli kemudian bisa membayar via transfer ATM atau pulsa untuk 30-50 gambar atau video. Setelah membayar, ketiga tersangka akan membagikan gambar atau video tersebut melalui aplikasi WhatsApp atau Telegram.

    FRISKI RIANA | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.