Senin, 18 Juni 2018

Risiko Kerja Tinggi, Djarot Akan Naikkan Gaji Pemadam Kebakaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan penempatan mobil pemadam kebakaran di Kompleks Perkantoran Badan Intelijen Negara (BIN), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 22 September 2017. TEMPO/LARISSA

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan penempatan mobil pemadam kebakaran di Kompleks Perkantoran Badan Intelijen Negara (BIN), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 22 September 2017. TEMPO/LARISSA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan menaikkan tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi petugas pemadam kebakaran. Kenaikan TKD itu, kata Djarot, pernah disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Subedjo.

    "Petugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan kebakaran, tapi juga menyelamatkan dengan risiko sangat tinggi," ujarnya di kompleks perkantoran Badan Intelijen Negara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 22 September 2017.

    Menurut Djarot, ada komponen dari TKD yang diterima pemadam kebakaran yang harus ditingkatkan lantaran risiko pekerjaan dan tanggung jawabnya terbilang tinggi. Selain itu, Djarot menuturkan penambahan tunjangan tersebut mempertimbangkan keahlian.

    "Tidak semua orang bisa ditempatkan di unit penanggulangan kebakaran," ucapnya.

    Selain itu, Djarot menilai kebakaran merupakan bencana yang paling sering terjadi di Ibu Kota, bahkan lebih membahayakan ketimbang banjir. Adapun penyebab kebakaran di Jakarta, kata Djarot, disebabkan hubungan arus pendek. Berdasarkan data periode Januari-Agustus 2017, Djarot menuturkan kebakaran di Jakarta sudah terjadi 496 kali. 

    "Berarti, rata-rata setiap hari ada dua titik (kebakaran). Rata-rata kedua lokasi kebakaran itu sebagian besar di permukiman padat penduduk dan permukiman ilegal," tuturnya. 

    Saat ini, Djarot menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyebar kendaraan pemadam kebakaran di sejumlah titik. Setidaknya, ada 108 titik penyebaran kendaraan pemadam di Ibu Kota sebagai upaya menekan kerugian akibat kebakaran. 

    "Kami juga menyampaikan kepada warga Jakarta untuk, misalnya, tertib dalam pembangunan, kemudian selalu mengecek sambungan listrik. Itu terus kami lakukan," katanya.

    Selain itu, kata Djarot, pemerintah telah menyediakan alat untuk pemadam ringan di beberapa lingkungan permukiman legal. Namun Pemprov DKI tidak bisa memberikan alat pemadam di permukiman ilegal. 

    "Enggak mungkin. Kalau kami masuk ke situ, berarti kami melegalisasi pemukiman itu, pemukiman ilegal itu," ujarnya. 

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas Paling Sering Lolos Piala Dunia

    Untuk bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia, tim nasional sebuah negara harus mengikuti babak kualifikasi. Tidak semua tim bisa lolos.