Kamis, 17 Agustus 2017

RS Fatmawati Masih Sanggup Tampung Pasien DBD

Senin, 14 Februari 2005 | 12:34 WIB

.

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ruang rawat inap di Rumah Sakit Fatmawati (RS Fatmawati) masih cukup menampung pasien demam berdarah Dengue (DBD), khususnya kelas III yang tidak dikenakan biaya. Kepala Humas, Dr. Nusati D. Aji menjelaskan, hingga kini mereka belum menggunakan velbed atau tempat tidur tambahan.

Dari 184 kasus DBD yang ditangani RS Fatmawati, tinggal 51 yang menjalani rawat inap, yang terdiri atas 14 anak-anak dan 37 orang dewasa. "49 diantaranya adalah pasien kelas III dan tidak kami pungut bayaran," kata Nusati, Senin (14/2).

49 pasien tersebut menempati ruang kelas III di gedung Teratai, Mawar, dan Anggrek. "Belum ada yang di lorong-lorong. Kami usahakan mencari kamar kelas III yang masih kosong," lanjutnya.

Petugas rawat inap, Nono Wiyana menjelaskan, Fatmawati menyediakan 30 tempat tidur anak dan 90 tempat tidur dewasa untuk rawat inap kelas III. Jika ruangan itu penuh, mereka akan memindahkan pasien baru ke ruang rawat inap kelas II standar. "Kelas II standar itu kita jadikan kelas III, jadi pasiennya tetap gratis," kata Nono.

Kemarin, menurut Nono, ada satu pasien yang sempat menggunakan velbed. "Tapi hari ini sudah masuk kamar, karena pasien kelas III sudah ada yang pulang," katanya.

Suliyanti


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.