Kamis, 17 Agustus 2017

Setengah Polos, Model Novi Amalia Tabrak 7 Orang

Jum'at, 12 Oktober 2012 | 12:17 WIB
Novie Amelia. facebook.com

Novie Amelia. facebook.com.

TEMPO.CO, Jakarta - Novi Amalia, model berusia 25 tahun, menabrak tujuh pengendara di Jalan Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat. Ia diduga menenggak minuman keras dan ekstasi sebelum mengendarai Honda Jazz. "Dia minum Chivas (merek wiski) dan ekstasi," ujar juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda, Jumat, 12 Oktober 2012.

Minuman keras dan ekstasi itu dikonsumsi di apartemennya di Jakarta Pusat. Dari keterangan sementara, Novi berangkat dari apartemen hendak menuju kawasan Ancol, Jakarta Utara. Di dalam mobil bernomor polisi B-1864-POP itu, Novi berhalusinasi.

Ia melepas pakaiannya satu per satu dan membuangnya keluar mobil hingga hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. "Dompet dan telepon genggamnya pun dibuang," ujar Rikwanto.

Tak berapa lama dari kejadian itu, ia menabrak sejumlah pengguna jalan lainnya. Beruntung dari kejadian itu tidak terjadi korban jiwa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan di Rumah Sakit Husada, Novi positif mengkonsumsi minuman keras dan ekstasi. Polisi belum melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. "Masih dalam pemulihan dan sekarang masih berada di Polsek Taman Sari," kata Rikwanto.


ADITYA BUDIMAN

Berita Terpopuler
Sulitnya Mengakrabkan Siswa SMA 70 dan SMA 6

Bocah 14 Tahun Divonis 8 Tahun Penjara

Kuasa Hukum FR Bantah Kliennya Bunuh Alawy

DPRD Tentukan Jadwal Pelantikan Jokowi Siang Ini

Tabung Gas Bus Transjakarta Diuji Ulang

Disability Corner Perpus UI Jadi Korean Corner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.