Prabowo Apresiasi PKS dalam Pencalonan Gubernur DKI  

Jum'at, 23 September 2016 | 21:29 WIB
Prabowo Apresiasi PKS dalam Pencalonan Gubernur DKI  
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mendeklarasikan pasangan calon Gubernur DKI dan wakil gubernur diusung Gerindra-PKS pada Pilkada DKI 2017 di rumah Prabowo Subianto, Kebayoran Baru, Jakarta, 23 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengapresiasi pengorbanan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pengusungan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. PKS merelakan kadernya untuk tidak masuk pencalonan.

Baca:
Ahok Cium Pergerakannya, Wanita Ini Mengaku Hanya Melayani
Prabowo: Anies-Sandiaga Calon Terbaik untuk Jakarta
BREAKING NEWS: Anies Baswedan Jadi Calon Gubernur DKI

"Saya ucapkan penghargaan, apresiasi saya pada tokoh-tokoh PKS dalam proses ini. Saya merasakan sikap arif, sikap negarawan, sikap berkorban dari PKS," kata Prabowo dalam pengumuman calon Gubernur DKI dari koalisi Gerindra-PKS di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat, 23 September 2016.

Dalam pasangan calon yang diumumkan, tidak ada kader PKS dalam komposisi calon gubernur dan wakil gubernur. Anies bukanlah kader Gerindra maupun PKS. Hanya Sandiaga Uno yang terbilang kader partai, yaitu dari Gerindra.

Sebelumnya, kader PKS Mardani Ali Sera sempat digadang-gadang dipasangkan dengan Sandiaga untuk posisi calon wakil gubernur.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan ada tiga pedoman utama dalam pencalonan poros Kertanegara. Tiga pedoman itu adalah integritas, kapabilitas, dan basis konstituen. Baik Anies dan Sandiaga diyakini punya integritas yang baik dan kapabilitas di bidangnya masing-masing. Mereka juga dianggap punya basis konstituen.

"Keduanya adalah figur yang punya basis konstituensi yang akan memberikan proses pemenangan di pilkada DKI," kata Sohibul. Dia meyakini kecerdasan masyarakat Jakarta akan bisa memandu calon terbaik yang akan dipilih dalam pemilihan gubernur pada Februari 2017.

AMIRULLAH

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru