Batal Cawagub, Saefullah: Saya Tutup Komunikasi 3 Hari Lalu

Jum'at, 23 September 2016 | 21:34 WIB
Batal Cawagub, Saefullah: Saya Tutup Komunikasi 3 Hari Lalu
sekretaris daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah menjelaskan tenting pengembalian uang 191 miliar yang direkomendasikan BPK RI

TEMPO.CO, Jakarta - Langkah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dipastikan terhenti untuk ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 setelah tiga kubu mengumumkam pasangan calonnya masing-masing.

Sebelumnya, Saefullah digadang-gadang mendampingi Yusril Ihza Mahendra menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Baca:
Ahok Cium Pergerakannya, Wanita Ini Mengaku Hanya Melayani
Prabowo: Anies-Sandiaga Calon Terbaik untuk Jakarta
BREAKING NEWS: Anies Baswedan Jadi Calon Gubernur DKI

"Sudah selesai, sudah. Saya enggak masalah, ini proses demokrasi. Ya partai-partai sudah menetapkan jagoannya masing-masing," kata Saefullah di Balai Kota, Jumat, 23 September 2016.

Saefullah mengatakan dia sudah menutup semua bentuk komunikasi dengan partai politik yang semula hendak mengusung dia sejak tiga hari lalu. Menurut Saefullah, pascauji kepatutan untuk Koalisi Kekeluargaan, seluruh keputusan pada partai.

"Saya enggak ada komunikasi lagi karena bola semua kan sudah ada di partai, jadi partai yang menentukan. Jadi saya tidak berhak atas itu semua," kata Saefullah.

Saefullah menjalani serangkaian penjaringan yang dilakukan Partai Gerindra beberapa waktu lalu. Waktu itu, Saefullah jadi kandidat bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Sandiaga Uno. Selain itu, Sylviana Murni ikut rangkaian tes yang sama.

Selain itu, Saefullah pernah mengatakan dia siap untuk mendampingi Yusril Ihza Mahendra sebagai calon wakil gubernur. Sebagai bentuk kesiapannya, Saefullah hadir dalam deklarasi kelompok relawan Yusril yang diberi nama Duta Yusril beberapa waktu lalu.

Dalam deklarasi tersebut, Yusril mengklaim dia didukung empat partai politik, yaitu Partai Demokrat yang memiliki sepuluh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) sebanyak sepuluh kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak enam kursi, dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak dua kursi. Yusril menyebut koalisi partai tersebut sebagai poros baru.

LARISSA HUDA

Baca juga:
Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI
Kapolri Ungkap 2 Teman Wanita Krishna Murti, Video Papa…

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru