Sidang Ahok Tutup Akses Jalan, Murid SMP Ini Terpaksa Bolos  

Rabu, 11 Januari 2017 | 07:17 WIB
Sidang Ahok Tutup Akses Jalan, Murid SMP Ini Terpaksa Bolos  
Akibat Jl. RM Harsono ditutup, murid SMP 41 kesulitan untuk ke arah sekolah, 10 Januari 2017. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

TEMPO.COJakarta - Sejumlah siswa terpaksa membolos karena akses menuju sekolahnya ditutup. Penutupan Jalan Harsono ini terkait dengan pelaksanaan sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian pada Selasa, 10 Januari 2017. 

Baca: Sidang Ahok, Transjakarta Koridor 6 Hanya Sampai Halte SMK 57

Jalan Harsono di depan kantor Kementerian Pertanian kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, ditutup oleh polisi sejak pagi. Tempo menjumpai setidaknya enam murid SMP Negeri 41 yang kebingungan saat berangkat sekolah. Akses jalan yang ditutup membuat mereka tak bisa melintas. "Kami mau sekolah, biasanya lewat sini," kata Tarsiyah, seorang siswi kelas IX.

Baca: Ini Jalannya Sidang Ahok di Kawasan Ragunan

SMP Negeri 41 berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Kementerian Pertanian arah Kebun Binatang Ragunan. Karena tak menemukan jalan alternatif ke sekolah, mereka memilih singgah ke sebuah minimarket. "Bingung, enggak jadi ke sekolah deh," kata Lia, siswi kelas VII.

Saat ditemui Tempo, Humas SMPN 41 Pudi Handayani mengatakan belum mengetahui jumlah pelajar yang tak hadir saat sidang Ahok kelima digelar. "Saya belum sempat tanya ke guru piket, tapi untuk kelas yang saya ajar tadi pagi, hanya ada satu yang tak masuk," kata Pudi.

Baca: Ini Lima Saksi yang Akan Memojokkan Ahok

Menurut Pudi, khusus pada Selasa, 10 Januari 2017, ketika sidang Ahok digelar, siswa yang terlambat tidak mendapat sanksi. Sebelumnya, apabila siswa telat, tak bisa langsung masuk kelas. Untuk kali ini, karena terkait sidang kasus Ahok, diperbolehkan langsung masuk kelas.

Adapun guru lainnya, Yulies Andriana, mengatakan beberapa kelas memang ada murid yang absen dari 3-5 orang. "Sebenarnya mengganggu juga sih," katanya sembari menambahkan, jika pada pekan depan masih ada penutupan jalan, kemungkinan masih akan ada murid yang tak masuk sekolah.

MARIA FRANSISCA|JH



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan