Di Depan Ahok, Warga Keluhkan RPTRA Jadi Penyebab Banjir  

Senin, 16 Januari 2017 | 14:43 WIB
Di Depan Ahok, Warga Keluhkan RPTRA Jadi Penyebab Banjir  
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditemani oleh warga Pondok Bambu Ciptaningsih meninjau kali mati di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 16 Juni 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga Pondok Bambu bernama Ciptaningsih mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Selatan nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena kawasannya kerap banjir saat hujan turun.

Aduan tersebut disampaikan oleh Ciptaningsih di tengah acara bedah buku berjudul A Man Called #Ahok karya Rudi Valinka, yang merupakan seorang selebritas Twitter @kurawa.

Baca juga: Ahok Puas Melihat Pembangunan di Eks Lokalisasi Kalijodo

Ciptaningsih mengatakan air menggenangi perumahan warga setempat setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pondok Bambu Berseri.

Menurut dia, meskipun area tersebut terbuka, air langsung masuk ke perumahan masyarakat setiap kali hujan.

”Sejak dibangun RPTRA, rumah warga selalu banjir kalau hujan,” kata Cipta di BPU Gorga Mangampu Tua 2, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin, 16 Januari 2017.

RPTRA tersebut masih dalam masa pembangunan dan belum diresmikan Pemprov DKI Jakarta. Minggu malam, Cipta mengatakan perumahan warga masih terendam banjir karena hujan turun lebat. “Bulan Januari RPTRA selesai. Tadi malam jam 23.00 WIB, rumah kami banjir sampai sebetis,” ujar Cipta.

Mendengar aduan Cipta, Ahok mengatakan akan mengecek lokasi yang dimaksudkan. Ahok mengatakan akan mencari solusi atas permasalahan tersebut. “Setelah ini saya cek,” ujar Ahok.

Setelah acara bedah buku selesai, Ahok bertolak ke lokasi. Ahok mengecek RPTRA Pondok Bambu Berseri. Selain itu, menyusuri gang sempit, Ahok mengecek Kali Mati.

Cipta juga mengeluhkan RPTRA yang ditembok tinggi. Masyarakat merasa tembok tersebut seperti membatasi taman dan perumahan. “Tenang, akan kami bongkar temboknya,” kata Ahok.

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan