Sidang Ahok, Jalan Lenteng Agung-T.B. Simatupang Macet Parah  

Selasa, 17 Januari 2017 | 09:14 WIB
Sidang Ahok, Jalan Lenteng Agung-T.B. Simatupang Macet Parah  
Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih berdatangan untuk menonton sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 17 Januari 2017. TEMPO/Friski Riana

TEMPO.COJakarta - Sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digelar hari ini, 17 Januari 2017, di gedung Kementerian Pertanian di Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. Sidang diagendakan dimulai pukul 09.00. 

Jalan di sekitar gedung tempat digelarnya sidang Ahok ditutup. Akibatnya, lalu lintas terganggu. "Biasanya memang macet, cuma ini lebih parah," kata Eman, seorang pemilik bengkel kecil di Jalan T.B. Simatupang. Menurut pria yang saban hari berada di bengkelnya, volume kendaraan hari ini meningkat.

Baca:
Sidang Ahok, Enam Saksi Diajukan Hari Ini Termasuk 2 Polisi
Hadapi Sidang Hari Ini, Begini Persiapan Ahok


Agus, tukang ojek, mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, sidang Ahok membuat Jalan T.B. Simatupang macet parah. "Di belakang pun macet karena orang ambil alternatif," ujarnya.

Lain halnya dengan Alex, seorang “Pak Ogah” di T.B. Simatupang. Dia justru menilai kemacetan hari ini sama dengan hari-hari biasanya. "Ah, rasanya setiap hari juga begini, tidak ada bedanya," ucapnya.

Kemacetan terjadi dari pertigaan Pasar Lenteng sampai T.B. Simatupang. Titik paling parah berada di Tanjung Barat karena volume kendaraan di situ menumpuk dari berbagai arah. Keruwetan juga disebabkan pengemudi kendaraan yang tidak tertib jalur, yang ingin putar balik dan melewati penyeberangan rel kereta. Banyak kendaraan yang tiba-tiba pindah jalur sehingga membuat arus tersendat. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya polisi lalu lintas di tengah kemacetan itu.

BRIAN HIKARI | RINA W.

Simak juga:
Ridwan Kamil-Desy, Pasangan Serasi Kepala Daerah Jawa Barat?
Pertahankan Camat Non-Muslim, Bupati Bantul Didukung Sultan

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan