Sidang di Auditorium Kementan, Ahok: Toiletnya Jorok!

Jum'at, 20 Januari 2017 | 14:25 WIB
Sidang di Auditorium Kementan, Ahok: Toiletnya Jorok!
Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjalani persidangan di ruang sidang di Auditorium Kementan, Jakarta, 17 Januari 2017. Persidangan kali ini menghadirkan enam saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Isra Triansyah/Sindonews/POOL

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, ia bersama anaknya selalu berdoa agar tidak jatuh sakit dalam menghadapi persidangan dugaan penistaan agama atas pidatonya di Kepulauan Seribu. Pasalnya, Ahok menilai persidangan sangat menguras waktu, energi, dan pikirannya.

Apalagi, kata Ahok, persidangan bisa berjalan dari pagi hingga larut malam. Ahok mengatakan selama persidangan ia hanya makan makanan yang ala kadarnya. Selain itu, Ahok juga mengeluhkan toilet yang kotor. Menurut, Ahok hal-hal tersebut bisa mengundang penyakit bagi dirinya.

"Makanya setiap pagi aku berdoa sama anak saya, 'mudah-mudahan papa enggak sakit perut sepanjang sidang sampai malam'. Karena toiletnya joroknya itu, (minta) ampun," ujar Ahok di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Januari 2017.

Selama agenda persidangan menghadirkan para saksi pelapor, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memindahkan lokasi persidangan Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Setidaknya, persidangan sudah berjalan sebanyak tiga kali di lokasi tersebut.

Baca: Sidang Dugaan Penistaan Agama Tiap Selasa, Ahok: Pusing Saya

Ahok mengeluhkan kondisi toilet yang sangat kotor, sehingga membuat dirinya ragu-ragu setiap kali ingin buang air. Padahal, dalam sehari dirinya bisa dua sampai tiga kali buang air kecil. Ahok juga mengatakan dirinya juga membutuhkan banyak makan untuk duduk seharian di kursi persidangan. "Sehingga, saya makannya jadi sedikit," ujar Ahok.

Meski begitu, Ahok mengatakan dirinya harus ikhlas menjalani proses hukum. Menurut Ahok, selama seseorang ikhlas menjalani ujian dan mempercayai takdir, maka ada jalan. Ahok mengatakan setiap orang sudah ada garis hidupnya, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa memilih atau membeli garis hidupnya.

"Saya percaya, selama niat saya baik kenapa harus khawatir. Saya yakin saya enggak salah kok. Enggak ada niat melakukan itu. Ya sudah jalani saja sidang sampai jam 12 malam. Anggap saja kuliah seharian," ujar Ahok

Ahok mengaku hanya duduk tenang selama menjalani persidangan karena ia yakin dalam hatinya tidak ada kebencian dan kemarahan. Ahok mengatakan menerima semua proses jalannya sidang dengan lapang dada agar kelelahan tidak begitu ia rasakan. "Kalau saya benci dan marah, sudah sakit," ujar Ahok.

LARISSA HUDA

Baca: Sidang Ahok, Kuasa Hukum Cermati Kesaksian 2 Polisi Ini

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan