Sidang Ahok, Lurah: Protes Tidak Ada, yang Ada Tepuk Tangan

Selasa, 24 Januari 2017 | 11:48 WIB
Sidang Ahok, Lurah: Protes Tidak Ada, yang Ada Tepuk Tangan
Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjalani persidangan yang digelar di ruang sidang di Auditorium Kementan, Jakarta, 17 Januari 2017. Isra Triansyah/Sindonews/POOL

TEMPO.CO, Jakarta - Saksi fakta kasus dugaan penistaan agama, Yuli Hardi memberikan keterangan dalam persidangan yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Yuli merupakan Lurah Pulang Panggang, Kepulauan Seribu yang hadir pada saat Ahok menyampaikan pidato yang menyitir Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 51.

Yuli mengaku baru mengetahui ada dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok lewat siaran televisi. Pada beberapa pemberitaan, dia melihat banyak protes yang muncul di masyarakat terkait surat Al-Maidah tersebut. Sedangkan pada saat Ahok berpidato, tidak ada yang protes. Di sana ada tepuk tangan.

Baca : Sidang Ahok, Jaksa Hadirkan Pengurus FPI

Setelah muncul berita demikian, Yuli mengatakan reaksi warga Kepulauan Seribu beragam. Menurut dia, ada kelompok masyarakat yang setuju bahwa ada penistaan agama dalam pidato yang disampaikan oleh Ahok. Selain itu, ada pula yang tidak sepaham bahwa ada penistaan agama dalam pidato tersebut dan ada juga yang hanya bersikap biasa saja.

"Setelah kejadian, tidak ada masyarakat yang protes (melalui dirinya setelah pidato). Sikap masyarakat setelah pidato menjadi berita pun bermacam-macam ada yang pro, kontra dan cuek," kata Yuli di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2017.

Yuli mengatakan jumlah penduduk di kelurahannya berjumlah 6.050 orang, yang hampir 99 persen beragama Islam. Pada saat pidato berlangsung, Yuli mengatakan setidaknya ada seratusan orang hadir di tempat pelelangan ikan (TPI). Meski begitu, ia mengatakan tidak ada reaksi menonjol terhadap pidato Ahok. "Di sana ada tepuk tangan," kata Yuli.

Sebagai Lurah, Yuli mengaku pernah mendengarkan pembicaraan tersebut dalam perbincangan sehari-hari. Namun menurut dia, sifatnya bukan berupa aduan.

Setelah pemberitaan mulai ramai, Yuli menuturkan dirinya pun tidak ikut melaporkan Ahok kepada pihak kepolisian seperti pelapor lainnya. "Saya tidak ikut melaporkan (dugaan penodaan agama). Saya hanya dipanggil oleh penyidik hanya untuk jadi saksi, tidak mengajukan (sebagai saksi)," ujarnya.

Selain Yuli, saksi fakta lain yang dijadwalkan hari ini adalah Nurcholis Majid, juru kamera yang mengabadikan pidato Ahok. Ada pula tiga saksi pelapor yang akan diperiksa pada sidang ketujuh kasus penistaan agama ini.

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan