Sidang Ahok, Hakim Tegur Saksi Gara-gara Takbir  

Selasa, 24 Januari 2017 | 13:07 WIB
Sidang Ahok, Hakim Tegur Saksi Gara-gara Takbir   
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan Lanjutan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 17 Januari 2017. Sidang yang keenam tersebut masih beragendakan mendengarkan empat keterangan saksi dari pihak penuntut umum dan ditambah 2 saksi penyidik dari Polres Bogor. Resa Esnir/hukumonline.com/POOL

TEMPO.COJakarta - Saksi pelapor Muhammad Asroi Saputra memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebelumnya, Asroi sempat mangkir dalam persidangan yang digelar Selasa pekan lalu, 17 Januari 2017.

Saat tiba di lokasi persidangan, Asroi secara spontan meneriakkan takbir sebanyak tiga kali. "Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!" teriak Asroi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 24 Januari 2017.

Baca : Sidang Ahok, Saksi Tahu Ada Penistaan Agama Dari Televisi

Sikap Asroi itu menuai teguran dari majelis hakim. Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta agar saksi pelapor tidak menyampaikan reaksi apa pun di ruang persidangan, termasuk meneriakkan kalimat takbir.

"Saya ingatkan, katakan apa saja yang ditanyakan. Sekalipun takbir, itu tidak boleh diteriakkan di ruang sidang. Jika saksi tahu bilang tahu, jika enggak (tahu) juga enggak apa-apa, lupa ya bilang lupa," kata Dwiarso.

Asroi mengatakan pelaporan terhadap Ahok berdasarkan tayangan dari media elektronik, seperti televisi. Dengan nada bicara yang yakin, Asroi mengatakan telah terjadi penistaan agama dalam pidato yang disampaikan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 26 September 2016.

Asroi mengaku melaporkan dugaan penistaan agama Ahok terkait dengan Surat Al-Maidah ayat 51 pada 21 Oktober 2016. Dia melaporkan dugaan itu ke kepolisian resor setempat. Asroi adalah pegawai negeri di Kementerian Agama Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Asroi mengatakan dia bekerja sebagai penghulu.

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan