Lepas Plt Gubernur DKI, Ini Laporan Kerja Sumarsono kepada Ahok

Sabtu, 11 Februari 2017 | 19:02 WIB
Lepas Plt Gubernur DKI, Ini Laporan Kerja Sumarsono kepada Ahok
Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono (kiri) dan Ahok. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menyampaikan laporan singkat nota pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta kepada gubernur definitif Basuki Tjahaja Purnama.

Sumarsono mengatakan tugas yang mesti ia utamakan saat diminta menggantikan Ahok adalah menyelesaikan permasalahan di Bantargebang, Bekasi. Saat Ahok cuti kampanye, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang sedang masa peralihan.

"Dalam kesempatan ini, tugas dan nota satu-satunya sudah dilaksanakan dengan baik. Bantargebang berjalan baik," ucapnya di Balai Agung DKI, Sabtu, 11 Februari 2017.

Baca:
Pakar Hukum: Tidak Ada Alasan Menonaktifkan Ahok 
Penjarakan Ahok dan Gubernur Kriteria MUI, Ramaikan Aksi 112

Sumarsono selanjutnya menyampaikan laporan mengenai persoalan banjir di Jakarta. Dia menuturkan, selama 33 tahun tinggal di Ibu Kota, banjir saat ini sudah berkurang. Bahkan, ujar dia, tak ada lagi istilah banjir, tapi genangan air.

"Kalau banjir, itu genangan air yang menginap. Sekarang enggak ada lagi yang menginap, dua-tiga jam surut," tuturnya.

Laporan berikutnya mengenai transportasi. Sumarsono mengatakan persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan mass rapid transit (MRT) kini sudah selesai. Menurut dia, dari 136 titik lahan yang sebelumnya sulit dibebaskan, kini hanya sekitar sepuluh titik yang sedang dikonsinyasi.

"Dari rencana Juni 2019, kami kasih statement bahwa Februari-Maret 2019 sudah bisa operasikan," ucapnya.

Selain itu, Sumarsono mengatakan perkembangan proyek light rapid transit (LRT) dan sejumlah proyek persiapan Asian Games telah disiapkan dengan baik. Mengenai revisi peraturan gubernur terkait dengan electronic road pricing (ERP), menurut dia, sebaiknya ditandatangani Ahok. Sebab, perubahannya dilakukan menjelang masa jabatan sementaranya sebagai pelaksana tugas gubernur berakhir.

Sedangkan soal penertiban para pedagang kaki lima di Tanah Abang, dia menyerahkan urusan tersebut kepada Ahok. Dia menilai gedung Blok G Tanah Abang tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki lapangan parkir.

"Saya kira Pak Basuki punya terobosan baru untuk Tanah Abang," tuturnya.

FRISKI RIANA



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan