Begini Kemewahan Bus Transjakarta Baru yang Dipesan Ahok

Selasa, 14 Februari 2017 | 11:48 WIB
Begini Kemewahan Bus Transjakarta Baru yang Dipesan Ahok
Bus Transjakarta bergaya vintage dipamerkan di Balai Kota, 14 Februari 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja atau Ahok memamerkan jenis Transjakarta terbaru bertajuk vintage atau kuno.  Bersama Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono, Ahok naik bus anyar tersebut dari rumahnya di Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan ke Balai Kota.

Kepada wartawan yang menunggunya di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi 14 Februari 2017,  Ahok memamerkan bus mewah seharga Rp 1,8 miliar tersebut.

Baca juga: Pamerkan Bus Transjakarta Vintage, Ahok: Om Telolet Om

"Kami mau bus terbaik. Kursi nih, lihat nih, jaraknya (antar kursi), betul-betul enak. Aku tinggi saja masih bisa," kata Ahok.

Desain yang disajikan Transjakarta ini bernuansa jadul mulai dari sofa, lantai bus, hingga kerangka bus. Seluruh sofa dibuat menghadap depan.

Ahok mengatakan jok pada bus Transjakarta didesain dengan menggunakan sofa supaya penumpang bisa duduk lebih nyaman.

Bus ini memiliki kapasitas sebanyak 75 orang. Menurut Ahok, pengurangan jumlah kapasitas tersebut demi kenyamanan penumpang. Bus tersebut direncanakan akan masuk sampai perumahan masyarakat.

"Bus ini akan masuk sampai perumahan. Jadi orang ke depannya itu pasti menghindari beli mobil. Ngapain beli mobil kalau naik bus enak. Kalau mau cepat mungkin panggil taksi online," ujarnya.

Menurut Ahok semua fasilitas tersebut sebagai upaya upaya mendorong warga untuk naik bus ketimbang mobil pribadi.

Bus Transjakarta ini diproduksi dengan tiga seri, yaitu tahun 1960-an, 1980-an dan 1990-an. Menurut Budi Kaliwono, bus ini dibuat untuk mengingatkan pada kenangan masa lalu.

"Desainnya saja yang lama, tapi mesin semua baru. Bahkan ini bus lokal pertama yang otomatis," ungkap Budi Kaliwono

Simak juga:Bantu Disabilitas di Pilkada DKI, Dinas Sosial: Kami Netral

Budi mengaku desain bus  disesuaikan dengan permintaan Gubernur Ahok. Mulai dari lantai yang tidak licin, jarak antar kursi yang dibuat berjauhan hingga tombol darurat di dalam bus.

"Bus ini harus otomatis supaya kencang. Ukuran kaki juga harus sesuai saya. Supaya nyaman," kata Ahok.  Transjakarta versi vintage ini diproduksi sebanyak 12 unit.

LARISSA HUDA | BENEDICTA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan