Gubernur Basuki Akan Bereskan Masalah di Makam Mbah Priok

Selasa, 14 Februari 2017 | 12:35 WIB
Gubernur Basuki Akan Bereskan Masalah di Makam Mbah Priok
Makam Mbah Priok. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan membereskan permasalahan makam keramat Mbah Priok. Masalah ini dibahas dalam rapat pimpinan bersama satuan kerja perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Selasa pagi, 14 Februari 2017.

"Ya, kami juga mau bereskan masalah makam Mbah Priok. Menurut versi, kan, itu tanahnya PT Pelindo. Ini yang mau kami tanya ke PT Pelindo, bisa enggak bangun fasum, fasos, tempat parkir, dan masjid. Nah, kami juga mesti tegas, supaya masalahnya selesai," ucap Ahok.

Baca juga: Perpindahan Peti Kemas Terhalang Makam Mbah Priok

Pada 14 April 2010, terjadi bentrokan berdarah antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan ahli waris Habib Hasan Al-Hadad atau yang dikenal dengan nama Mbah Priok. Tiga anggota Satpol PP tewas dan 140 orang terluka.

Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Fauzi Bowo, memerintahkan rencana eksekusi tanah kawasan makam Mbah Priok yang ada di area Terminal Peti Kemas Tanjung Priok. Lahan itu akan digunakan PT Pelindo II.

Ahok menyayangkan sebagian tanah terbengkalai karena ada permasalahan sengketa. Ahok berujar, dengan surat keputusan gubernur, pemerintah akan memanfaatkan lahan sengketa untuk membangun lahan parkir. Lahan tersebut bisa dipakai sampai persengketaan selesai. "Itu bisa jadi tujuan wisata religi yang baik," ujarnya.

Selain membahas persoalan makam Mbah Priok, rapat itu membahas perkembangan proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta yang direncanakan rampung pada 2018 serta pembangunan pasar di Jakarta yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PD Pasar Jaya.

Ahok menuturkan, saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kesulitan karena banyak pedagang enggan dipindahkan selama proses rehabilitasi. "Terus kebakaran Pasar Senen (juga) masih kurang (penanganannya)," katanya.

LARISSA HUDA



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan