Antisipasi Banjir, Ahok Akan Tutup Lubang Saluran ke Sungai  

Jum'at, 17 Februari 2017 | 11:37 WIB
Antisipasi Banjir, Ahok Akan Tutup Lubang Saluran ke Sungai   
Seorang pedagang melihat penertiban bangunan yang menyalani aturan disepanjang jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta, 25 Mei 2016. Penggusuran bangunan-bangunan liar tersebut karena bangunan yang dijadikan berjualan tersebut berdiri diatas saluran air dan trotoar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menyiapkan langkah antisipasi banjir akibat hujan lebat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi selama tiga hari ke depan. "Pasti Februari (curah hujan) akan tinggi," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat, 17 Februari 2017.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek hingga beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut disinyalir karena adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Australia dan Laut Halmahera.

Menurut Ahok, selain normalisasi sungai dan memindahkan warga Jakarta yang tinggal di bantaran sungai, perbaikan saluran air ke arah sungai diperlukan. Jika air mudah keluar-masuk dari saluran pembuangan air ke sungai, luapan sungai akan meluber ke jalan. 

"Makanya yang penting lubang-lubang yang tertutup itu, yang ada buang air dari saluran ke sungai. Kalau sungai tinggi, lebih baik lubang harus ditutup juga. Kalau enggak kan, dia (air) pasti balik," ujar Ahok. 

Ahok berujar, pemecahan masalah banjir bisa terealisasi jika normalisasi sungai-sungai di Jakarta bisa terlaksana dengan baik. Selain sengketa tanah, Ahok mengatakan masih banyak warga DKI Jakarta yang tinggal di rumah bedeng di atas saluran air sehingga aliran air tidak lancar. 

Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir, kata Ahok, memang harus lewat program normalisasi Sungai Ciliwung. Ahok mengatakan tidak ada pilihan lain meskipun banyak penolakan dari masyarakat. 

Ahok menargetkan normalisasi semua sungai yang ada di Jakarta. Setiap warga Jakarta yang tinggal di belakang sungai harus bersiap untuk pindah atau direlokasi. Program normalisasi tidak mungkin dihentikan dan untuk pengerjaannya harus memerlukan jalan inspeksi untuk alat berat.

"Sekarang kita kalau mau berdebat banjir, (nanti jadi) panjang kan? Kalau satu sungai belum semua dinormalisasi, pas airnya tinggi, ya tembus. Tapi saya jamin tidak lebih dari 12 jam tho? Dalam 3-4 jam pasti surut," ujar Ahok. 

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan