Pahinggar Tewas Bunuh Diri, Ini Kesaksian Ketua RT  

Sabtu, 18 Maret 2017 | 14:22 WIB
Pahinggar Tewas Bunuh Diri, Ini Kesaksian Ketua RT  
Suasana pemakaman Pahinggar Indrawan, pria yang tewas gantung diri sambil siaran langaung di Facebook, Sabtu, 18 Maret 2017. INGE KLARA/TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Kematian Pahinggar Indrawan masih menjadi buah bibir di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan Kemenyan, Ciganjur, Jakarta Selatan. Tetangga banyak yang tidak percaya pria 50 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Baca: Ini Alasan Pahinggar Siarkan Bunuh Diri di Facebook

Ketua RT di lingkungan tempat tinggal Pahinggar, M. Sidik, mengaku kaget saat mendengar kabar Pahinggar tewas dalam keadaan menggantung. Apalagi dia menjadi salah satu orang terakhir yang berkomunikasi dengan almarhum.

Sebelum tewas, Pahinggar terlibat pertengkaran dengan istrinya, DF. Pasangan itu sempat mendatangi Sidik dan meminta Ketua RT itu menjadi penengah. "Saya pikir sudah selesai. Karena saya sudah berusaha damaikan sebisa saya," kata Sidik saat ditemui di rumahnya, Sabtu, 18 Maret 2017.

Baca: Pertengkaran Pahinggar Indrawan dan Istri Sempat Jadi Tontonan

Menurut Sidik, Pahinggar di lingkungan itu biasa disapa Indra. Pada Jumat, sekitar pukul 04.00, Indra dan istri datang ke rumahnya. "Mereka ketok-ketok pagar, si istri menangis," katanya.

Berdasarkan cerita Indra dan istrinya, Sidik menyimpulkan pasangan itu bertengkar karena saling curiga dengan percakapan pesan pendek di telepon seluler mereka. Sidik tidak mengetahui secara detail isi percakapan itu. "Jadi saling curiga dari chatting-chattingan, itu menurut mereka, tapi mungkin ada yang lebih dari itu saya kurang tahu," kata Sidik.

Baca: Dewan Pers Peringatkan Media Berhati-hati Beritakan Pahinggar

Selepas salat Jumat, kata Sidik, anak ketiga Indra datang ke rumahnya sambil menangis. Anak itu memberi tahu jika ayahnya ditemukan tewas menggantung. "Saya cerita dengan istri. Jadinya, istri panggil dokter puskesmas untuk memastikan apakah Indra sudah meninggal dan saya lapor polisi," kata dia menjelaskan. "Istri dan empat anak Indra juga ada di lokasi, menangis."

Pukul 14.00 WIB, polisi tiba di rumah Indra dan membawa jenazah almarhum ke Rumah Sakit Fatmawati. "Kalau enggak salah saat azan asar jenazah dibawa ke RS Fatmawati," ujarnya.

INGE KLARA SAFITRI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan