DKI Akan Bongkar Lahan Futsal untuk Puskesmas di Kebon Melati  

Senin, 20 Maret 2017 | 23:01 WIB
DKI Akan Bongkar Lahan Futsal untuk Puskesmas di Kebon Melati  
Petugas kesehatan melakukan deteksi dini Kanker leher rahim pada pasien Perempuan (IVA Test) di Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta, 10 Akotober 2016. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.COJakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan akan membongkar lahan futsal di Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lahan ini akan digunakan sebagai lokasi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atas permintaan masyarakat. 

"Kawasan Kebon Melati menjadi kelurahan satu-satunya yang tidak memiliki puskesmas. Karena apa? Sudah dibangun, sudah diprogramkan ada puskesmas seluas 555 meter persegi," ujar Sumarsono di Balai Kota, Senin, 20 Maret 2017.

Baca: RPTRA Kalijodo Diresmikan Ahok, Begini Fasilitasnya

Rencana pembangunan puskesmas ini terhambat lantaran sekitar sebelas orang menolak lahan futsal ini dibongkar. Padahal pembangunan puskesmas di Kebon Melati sudah dianggarkan. Adapun solusi yang ditawarkan jika lapangan futsal berubah menjadi puskesmas, mereka meminta pengganti lahan futsal. 

"Pilihannya, ya, memang kalau puskesmas dibangun, ya, futsal hilang. Tapi ke depannya saya kira diutamakan puskesmas dulu, tapi futsal tetap dicarikan lapangan gantinya di Jakarta Pusat," ujar Soni, sapaan Sumarsono.

Baca: 9 Titipan Ahok untuk Plt Gubernur DKI Sumarsono

Soni sendiri sudah menjanjikan warga setempat untuk mencari pengganti lahan futsal yang akan dibangun puskesmas. Pasalnya, kata dia, baik lapangan futsal maupun puskesmas merupakan fasilitas publik yang sama-sama dibutuhkan masyarakat. 

Puskesmas tersebut rencananya akan dibangun tahun ini. Jika warga Kebon Melati masih menolak menyerahkan lahan futsalnya, pembangunan puskesmas mau tidak mau harus ditunda hingga tahun depan. Menurut Soni, dua hal ini menjadi pilihan masyarakat.

Baca: RPTRA Kalijodo Diresmikan Ahok, Begini Fasilitasnya

"Kalau saya yang jelas bangun puskesmas dulu, futsal sambil jalan dicari lahannya. Jangan jadi bargaining pilih A atau ini. Dua-duanya penting. Cuma puskesmas lebih dulu (dibangun) karena kalau warga pilih puskesmas lain, kelurahan lain, pasti dinomorduakan di sana. Artinya antre dinomorduakan," ujar Soni.

LARISSA HUDA



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan