Siapkan Kartu Lansia, Ahok Gagas Bantuan Rp 600 Ribu per Bulan  

Selasa, 21 Maret 2017 | 03:51 WIB
Siapkan Kartu Lansia, Ahok Gagas Bantuan Rp 600 Ribu per Bulan  
Warga lansia mencelupkan jari kedalam tinta sidik jari usai melakukan pencoblosan pada Pemilukada DKI Jakarta putaran ke dua di TPS 13 Petamburan, Jakarta, 20-9, 2012. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana membuat kartu lansia bagi warga Jakarta berusia lanjut, yang hidupnya tidak lagi ditanggung anak. Ahok juga menyiapkan pasukan merah, yang akan bertugas membenahi rumah warga Jakarta yang rusak parah atau nyaris roboh.

"Kami sebenarnya sudah jalankan sejak tahun lalu, tapi karena jumlahnya makin banyak kita APBD-kan," kata Ahok di Gedung Priamanaya Energi, Jalan Talang, Senin, 20 Maret 2017. Menurut dia, pemerintah DKI Jakarta akan mengalokasikan anggaran untuk memberi uang kepada ribuan lansia. Mereka akan diberi kartu lansia.

Ahok menggagas akan memberikan sejumlah Rp 20 ribu per hari atau Rp 600 ribu dalam sebulan kepada lansia. Namun dia masih akan mengkaji secara detail teknis pembagian kartu lansia. Sebab, jumlah lansia di Jakarta, yang keluarganya berpenghasilan di bawah Rp 2 juta, mencapai 12 ribu orang. Sedangkan lansia yang berpenghasilan di bawah Rp 3 juta ada 50 ribu rang.

"Kami punya data itu, tapi setiap tahun nambah orangnya," ucap Ahok. Menurut dia, program itu akan dikhususkan bagi lansia yang hidupnya tidak ditanggung anak. Pemerintah DKI Jakarta juga akan memberi asupan daging gratis bagi orang tua pemegang kartu lansia dan anak-anak pemegang Kartu Jakarta Pintar.

Mengenai pasukan merah, Ahok mengatakan anggota pasukan itu akan direkrut sebagai pekerja harian lepas melalui Dinas Perumahan DKI Jakarta. Mereka akan bertugas merenovasi rumah yang ambruk. "Kami utamakan yang ganti atap," kata Ahok.

Anggota pasukan merah akan direkrut dari tukang bangunan yang berpengalaman. Mereka juga akan dilatih memasang atap dari baja ringan. Ahok berniat mengirimkan anggota pasukan merah belajar ke perusahaan pembuat baja ringan agar dapat memasang atap rumah.

Menurut dia, pasukan merah harus memiliki keterampilan dalam hal bangunan rumah. Ahok hanya akan merekrut orang-orang yang memiliki keterampilan menjadi tukang bangunan. Rencananya, pasukan merah akan ditempatkan di masing-masing kelurahan yang membutuhkan. Rumah lansia yang tidak mampu juga akan direnovasi Ahok.

AVIT HIDAYAT

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan