Underpass di Stasiun Manggarai, KAI: Tak Ada Kaitan dengan Ahok  

Selasa, 21 Maret 2017 | 07:25 WIB
Underpass di Stasiun Manggarai, KAI: Tak Ada Kaitan dengan Ahok    
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) berdiskusi dengan Plt.Gubernur DKI Soni Sumarsono (kedua kiri), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono (kiri), Dirut PT KAI Edi Sukmoro (kedua kanan) serta Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah (kanan) saat meninjau proyek terowongan di Stasiun KA Manggarai, Jakarta, 25 November 2016. Menhub bersama jajarannya menargetkan pembangunan proyek revitalisasi Stasiun Manggarai akan selesai pada 2019. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.COJakarta - Ribuan warga pengguna kereta komuter sudah bisa menikmati underpass di Stasiun Manggarai dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Stasiun Tanah Abang.

Dua fasilitas itu memudahkan penumpang berpindah dari satu peron ke peron lain dengan aman dan nyaman. Eskalator di JPO Stasiun Tanah Abang sudah berfungsi, sedangkan di Stasiun Manggarai belum terpasang. 

Foto suasana underpass atau terowongan di Stasiun Manggarai tersebar di media sosial. Ada yang mengaitkan pembangunan fasilitas itu dengan peran Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca juga: Underpass Stasiun Manggarai Dioperasikan, Ini Pendapat Penumpang

"Pembangunan underpass Stasiun Manggarai dan JPO Stasiun Tanah Abang tidak ada sangkut pautnya dengan Ahok," kata Manager Public Information Care PT Kereta Api Indonesia (KAI) Suprapto di Jakarta, Senin, 20 Maret 2017. 

Menurut dia, dua fasilitas itu adalah program PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang fokus meningkatkan pelayanan masyarakat.

Suprapto mengatakan perbaikan dan peningkatan fasilitas yang dilakukan PT KAI tidak ada kaitannya dengan perpolitikan. Dia juga menjelaskan, pembangunan fasilitas underpass di Stasiun Manggarai dan JPO di Stasiun Tanah Abang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

"Kalau yang Stasiun Tanah Abang dengan KCJ, kalau underpass Stasiun Manggarai dengan Dirjen Perkeretaapian," katanya.

Suprapto juga menjelaskan pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen meningkatkan kenyamanan pengguna jasa kereta api. 

"Orang tidak lagi harus melewati jalur kereta, kan bahaya," ujarnya. 

Pengamatan Tempo, di dalam terowongan Stasiun Manggarai tersedia 11 kipas angin yang ditempel di dinding. Sayangnya, saat terowongan dipenuhi penumpang, angin dari kipas tersebut tidak terasa. 

Ketika hujan, lantai underpass itu basah karena tempias air hujan. Lantai dari semen itu makin kotor. 

Juru bicara PT KCJ, Eva Chairunisa, mengatakan ada rencana pembangunan eskalator di sana. "Iya, direncanakan seperti itu," kata Eva melalui pesan pendek. 

BENEDICTA ALVINTA | FRISKI RIANA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan