Hari Kartini, Petugas Transjakarta Pakai Kebaya

Jum'at, 21 April 2017 | 14:24 WIB
Hari Kartini, Petugas Transjakarta Pakai Kebaya
Bus Transjakarta khusus wanita. TEMPO/Mawardah

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Jumat, 21 April 2017, petugas pemandu Transjakarta menggunakan kebaya.

Sheila Zihad mengatakan para petugas perempuan PT Transportasi Jakarta mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini. Sedangkan karyawan laki-laki memakai batik.

Sheila memilih kebaya pink Fanta dengan hiasan sulam warna senada, ditambah biru muda. Baju terang itu dia padukan dengan jilbab biru tosca. Dia mengaku punya tiga baju kebaya. "Saya pakai ini karena suka warna pink," kata perempuan 22 tahun itu.

Sheila sudah menjalani pekerjaan sebagai petugas busway sekitar dua tahun. Hari ini, dia memandu busway jurusan Blok M-Stasiun Manggarai mulai pukul 12.00 hingga 22.00.

Dia memilih bekerja karena ingin mandiri dalam keuangan. Orang tuanya pun mendukung pekerjaannya sekarang. Sheila mengaku pekerjaan ini memang lebih banyak dilakoni laki-laki, tapi dia tidak merasa berat menjalaninya. "Paling macetnya pas di Kuningan Timur," ujarnya. Soal berdiri berjam-jam di bus Transjakarta, kata dia, sudah biasa.

Bus Transjakarta menyediakan tempat khusus wanita di kursi bagian depan. Menurut Sheila, kadang-kadang ada saja penumpang pria yang duduk di situ. Sheila punya cara sendiri menghadapi penumpang seperti itu. "Awalnya, saya bilang dengan baik-baik. Tapi kalau tidak pindah juga, saya laporkan ke bapak pengemudi," ucapnya. Sesekali dia juga bisa tegas kepada penumpang yang bandel.

PT Transjakarta hari ini juga menggelar kuis berhadiah e-ticket lewat beberapa media sosial, termasuk di Twitter, @PT_TransJakarta. Salah satu syaratnya adalah penumpang berfoto bersama petugas Transjakarta yang memakai kebaya.

REZKI ALVIONITASARI







Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan