Kamis, 17 Agustus 2017

Begini Cara Sandiaga Uno Menggenjot Capaian ASI Eksklusif di DKI

Jum'at, 21 April 2017 | 22:01 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari

Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno memastikan program percepatan ASI eksklusif akan dijalankan dalam pemerintahannya mendatang. Ia menyebut program itu sudah termasuk dari rencana-rencana kerja saat menjabat bersama Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan.

Sandiaga menuturkan dalam menggaungkan program percepatan ASI eksklusif pihaknya berencana menyiapkan ruang khusus bagi para ibu menyusui. Ruangan tersebut digunakan untuk menyusui dan memerah air susu ibu. “Kalau program ASI kami ada ruang laktasi khusus di setiap tempat,” kata Sandiaga saat berkunjung ke kantor Tempo, Jumat, 21 April 2017.

Baca: ASI Eksklusif Turunkan Potensi Pneumonia pada Anak

Dalam program kerja Anies-Sandiaga, mereka menargetkan 80 persen ibu di Jakarta menerapkan ASI eksklusif. Data dari Kementerian Kesehatan pada 2016 menyebutkan capaian ASI eksklusif di DKI Jakarta masih sebesar 67,1 persen dari jumlah ibu melahirkan.

Sandiaga menyebutkan dalam programnya nanti, akan ada pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan untuk mencapai keberhasilan percepatan ASI eksklusif. Selain itu dengan meningkatkan jumlah konselor menyusui di puskesmas dan rumah sakit. Bahkan akan menerapkan pelayanan 10 menit membaca kesehatan ibu dan anak di puskesmas dan rumah sakit.


Sementara untuk ruang laktasi, bisa juga dibangun di mal hingga perkantoran. Selain itu akan ada penghargaan bagi tempat kerja atau sarana umum yang menyediakan ruang laktasi yang nyaman. “Itu sudah merupakan satu dari 23 rencana kerja,” kata Sandiaga.

DANANG FIRMANTO


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?