Ahok Diperlakukan seperti Kriminal, Djarot: Saya Geram  

Selasa, 16 Mei 2017 | 12:01 WIB
Ahok Diperlakukan seperti Kriminal, Djarot: Saya Geram     
Gaya Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menerima keluhan dari warga di Balai Kota, Jakarta Pusat, 12 Mei 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku tak terima terhukum kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, diperlakukan seperti kriminal. "Terus terang, saya geram. Pak Basuki itu sudah banyak melakukan tindakan-tindakan positif, banyak melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ucap Djarot saat mengisi pembekalan tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) di Ballroom Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Selasa, 16 Mei 2017.

Djarot mengatakan tahu betul kerja Ahok yang disebutnya luar biasa. “Pulang jam 21.00-22.00, masih bawa berkas.” Hidup Ahok, ujar dia, untuk melayani masyarakat.

Baca:
Djarot Sambangi Ahok di Mako Brimob, Peserta Rapat Kirim Salam
Pengadilan Belum Terima Berkas Memori Banding Ahok

Djarot menilai Ahok diperlakukan tidak manusiawi. Menurut dia, apa yang sudah dilakukan Ahok selama ini seakan tak ada harganya. Tapi Ahok mengaku kepadanya bahwa dia sudah ikhlas menerima hukuman itu.

"Ketika bertemu dengan beliau di Cipinang, dia bilang ikhlas, enggak apa-apa.” Ahok, tutur Djarot, berpesan agar tidak membenci siapa pun. Di menerima semua perlakuan yang didapatnya dengan tetap teguh menempuh jalur hukum. “Bayangkan, bagaimana perasaan keluarganya?"

Baca juga:
Firza Husein Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Penipuan Mencatut Nama Angkasa Pura II Marak, Waspadai Modusnya

Djarot mengimbau kepada semua peserta pembekalan agar jangan melihat orang dari kelemahannya saja, apalagi sampai membenci karena warna kulit, suku, ras, dan agama. "Tapi tanya diri kita, apa yang sudah kau kerjakan untuk membantu orang lain, untuk mengharumkan nama bangsa?”

Ia meminta peserta menanyai diri sendiri tentang apa saja yang sudah diberikan kepada republik ini. “Banyak orang memaki, mencela sana-sini tapi tidak bisa mempersepsi apa yang sudah dikerjakan."

Djarot menuturkan ucapannya tidak sekadar masalah persahabatan. Lebih dari itu, Djarot menganggap Ahok seperti saudaranya, juga para peserta pembekalan. Ia berjanji siap membela jika mereka menghadapi musibah.

FRISKI RIANA



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan