Tiga Remaja Masuk Terowongan MRT, Kontraktor Terancam Kena Sanksi  

Kamis, 18 Mei 2017 | 14:08 WIB
Tiga Remaja Masuk Terowongan MRT, Kontraktor Terancam Kena Sanksi  
Pekerja melintas di pembangunan MRT di Jakarta, 17 Maret 2016. Dalam pemaparan kontraktor, pembuatan terowongan sudah sampai antara stasiun Senayan dan Istora. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Mass Rapid Transit (MRT) Tubagus Hikmatullah mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi kepada kontraktor proyek MRT, SOWJ JV, karena lalai mengantisipasi masuknya tiga remaja secara ilegal ke dalam terowongan jalur MRT yang tengah dikerjakan.

"Itu ilegal. Hari ini kami akan layangkan surat sanksi ke kontraktor," ujar Hikmatullah kepada Tempo, Kamis, 18 Mei 2017. Pernyataan Hikmatullah itu merespons beredarnya foto tiga orang remaja di media sosial.

Baca
: Jokowi: Seluruh Terowongan MRT Jakarta Sudah Tersambung

Mereka berpose berlatar terowongan bawah tanah jalur MRT. Tiga remaja itu mengunggah fotonya di akun Instagram @Erlanggacitro. Hikmatullah tidak memberi toleransi atas kejadian ini.

Menurut Hikmatullah, ketiga remaja masuk ke terowongan MRT tanpa izin darinya. Dia mengkategorikan hal tersebut ke dalam pelanggaran berat. Karena itu, ia meminta kontraktor bertanggung jawab mengusut foto tersebut.

“Bila perlu, minta bantuan polisi untuk meminta keterangan tiga remaja tersebut,” ucap Hikmatullah. Saat ini, proyek tersebut digarap SOWJ JV selaku kontraktor. Hikmatullah menuturkan hari ini pihaknya akan mengirimkan surat sanksi kepada SOWJ JV.

Hanya, dia belum menjelaskan bentuk sanksinya. "Saya belum bisa cerita dulu karena masih di meja direksi, biar dibaca dulu," kata Hikmatullah. Menurut Hikmatullah, setiap kunjungan harus meminta izin ke PT MRT selaku pemilik proyek.

Kemudian pihak kontraktor bertugas mengawasi di lapangan. Kontraktor juga diminta menindaklanjuti setiap tamu yang berkunjung ke MRT.

Hikmatullah berujar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum masuk ke terowongan MRT. Di antaranya harus membuat pernyataan tertulis sehat dan menggunakan alat pelindung diri (APD), karena terowongan MRT berada di bawah tanah dengan kedalaman 12-15 meter.

Baca juga: MRT Diproyeksikan Beroperasi pada Maret 2019


"Mereka masuk tanpa sepengetahuan kami. Jadi, kesalahan itu, menurut kami, ada pada kontraktor, karena mereka punya kewajiban menjaga," tutur Hikmatullah. "Kami sangat kecewa atas kejadian ini."

Bagi Hikmatullah, berada di dalam terowongan MRT adalah tindakan berbahaya. Makanya setiap kunjungan perlu izin dan pengawasan. Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui dari titik mana tiga remaja itu masuk ke terowongan.

Sebelumnya, akun @Erlanggacitro mengunggah foto yang berpose di dalam terowongan MRT. Foto itu mendapatkan beragam komentar dari netizen. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritik foto tersebut. Pemilik akun tersebut sempat membenarkan melalui kolom komentar bahwa mereka masuk ke terowongan secara ilegal.

AVIT HIDAYAT



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan