Sabtu, 19 Agustus 2017

Alasan Polisi Belum Bisa Mengungkap Penyerang Novel Baswedan

Jum'at, 19 Mei 2017 | 18:09 WIB
Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya membantah bekerja lambat dalam mengungkap kasus serangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Mereka mengatakan pengungkapan kasus ini membutuhkan waktu yang cukup panjang.

"Kepolisian sudah bekerja secara profesional," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 17 Mei 2017.

Argo mengatakan kasus yang membutuhkan waktu lama disebabkan oleh kurangnya informasi dari tempat kejadian. Seperti dalam kasus Novel. Polisi kesulitan mencari barang bukti dan informasi dari TKP. Contohnya, kata Argo, minimnya informasi dari closed-circuit television (CCTV).

Baca: Terduga Penyerang Novel Baswedan, Mico Ditangkap Bersama Miryam

Hal ini, kata dia, membuat kepolisian mengambil metode deduktif sebagai dasar penyelidikan. Penelusuran dilakukan dari rekam jejak Novel sebagai penyidik di KPK. Mereka mencari motif dari pihak-pihak yang diduga memiliki dendam terhadap Novel.


Alhasil dengan menggunakan metode ini polisi sempat memeriksa lima terduga pelaku, yakni Hasan, Muklis, Muhammad Lestaluhu, politikus Partai Hanura Miriam Hariani, dan keponakan Muhtar Ependy, Miko Panji Tirtayasa. Namun dari hasil pemeriksaan, Argo mengatakan belum ada hasil positif adanya indikasi bahwa mereka adalah pelaku.

Namun Argo mengatakan metode deduktif ini memakan banyak waktu. "Metode ini memang membutuhkan waktu yang lebih panjang," kata dia.

Polisi, kata Argo, perlu pergi ke banyak lokasi hanya untuk memastikan alibi tiap terduga pelaku. "Itu kan tidak bisa sehari dua hari untuk mengecek alibi, untuk pemeriksaan," kata dia.

Baca: Penyidik KPK Novel Baswedan Jalani Operasi Mata Besok

Hingga saat ini, Novel Baswedan masih dirawat di Singapura untuk memulihkan kondisi matanya. Novel diserang dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Air keras disiram ke mukanya saat ia berjalan pulang sendirian dari masjid.

EGI ADYATAMA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?