Dua Abad Kebun Raya Bogor, Parkir Masih Jadi Masalah Utama

Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:35 WIB
Dua Abad Kebun Raya Bogor, Parkir Masih Jadi Masalah Utama
Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan berulang tahun yang ke-200, Kamis. Namun, masih banyak yang belum tahu sejarah berdirinya pusat konservasi flora Indonesia itu.

TEMPO.CO, Jakarta - Kebun Raya Bogor memasuki usia 2 abad pada Kamis 19 Mei 2017. Namun pengelola masih mengeluhkan masalah parkir yang menyebabkan kemacetan di sekitar kebun raya.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, Didik Widyatmoko, mengungkap kemacetan lalu lintas sebagai masalah besar yang kini dihadapi taman botani itu. Kemacetan di jalan sekeliling kebun raya antara lain disebabkan puluhan bus pengunjungnya yang kerap diparkir di bahu jalan.



 



Baca: Kebun Raya Bogor LIPI Berumur 2 Abad 

Didik mengaku posisinya dilematis karena tidak bisa melarang parkiran di bahu jalan itu. Kebun Raya Bogor, kata dia, tak memiliki area parkir khusus. Dampak kemacetan pun semakin terasa setelah Pemerintah Kota Bogor menerapkan sistem satu arah. “Lahan parkir pengunjung yang pernah disepakati di atas tanah milik IPB tak lagi bisa digunakan,” katanya di sela perayaan dua abad usia Kebun Raya Bogor, kemarin.

Kesulitan soal area parkir juga menyebabkan pengelola belum bisa menerapkan sterilisasi area kebun raya dari kendaraan bertimbal. Sebagian kendaraan pribadi akhirnya diizinkan masuk. Padahal pada Sabtu atau Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 10 ribu orang. “Kebutuhan parkir ini telah menjadi masalah yang sangat serius,” ujarnya.

Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto, mengaku telah berbicara dengan Wali Kota Bogor Bima Arya serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui sekretaris jenderalnya, Anita Firmanti. Mereka membahas masalah parkir pengunjung tersebut. Menurut dia, keduanya telah berkomitmen memberikan bantuan.



 



Baca: Ribuan Lebah Serang Pengunjung Kebun Raya Bogor

Pemerintah Bogor, kata Bambang, bersedia mengubah peruntukan bangunan pasar di seberang kebun raya menjadi kantong parkir. Izin pakai bangunan itu yang dipegang pihak swasta akan habis pada tahun ini. Ada lokasi lain yang dibidik untuk peruntukan sama. “Di tempat yang kedua ini, kami akan minta bantuan Kementerian membangunkan fasilitas parkir dua lantai,” ucapnya.

Anita mengakui bahwa masalah kemacetan lalu lintas di Bogor sudah sangat mengganggu. Terlebih setelah Presiden Joko Widodo kerap berkantor di Istana Bogor. “Kami akan lihat urgensinya. Kami siap menerima proposal untuk pembangunan kantong parkir pengunjung kebun raya,” katanya.

Perayaan dua abad Kebun Raya Bogor berlangsung meriah kemarin. Acara ini antara lain dihadiri Wali Kota Bima Arya dan beberapa kepala daerah lainnya yang meneken nota kesepahaman dengan LIPI maupun PKT Kebun Raya Bogor. Hadir pula Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarnoputri, juga Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Adapun Presiden Joko Widodo diwakili kepala stafnya, Teten Masduki.   

WURAGIL

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan